TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Pemerintah Kota Bengkulu melalui Dinas Koperasi dan UKM terus mempercepat pembangunan gerai Koperasi Merah Putih sebagai bagian dari upaya penguatan ekonomi kerakyatan. Sebanyak 25 gerai ditargetkan mulai beroperasi secara bertahap pada Juli 2026, meskipun sebelumnya peluncuran sempat direncanakan pada April tahun yang sama.
Penundaan target operasional tersebut bukan tanpa alasan. Sejumlah kendala teknis dan administratif di lapangan menjadi faktor utama, terutama terkait proses legalitas lahan serta koordinasi lintas sektor yang membutuhkan waktu lebih panjang dari perkiraan awal.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Bengkulu, Neliawati, mengungkapkan bahwa hingga saat ini progres pembangunan gerai menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Rata-rata pembangunan telah melampaui 50 persen, bahkan satu unit gerai sudah rampung sepenuhnya.
“Secara umum progres pembangunan sudah cukup baik. Bahkan satu gerai di kawasan Kampung Melayu sudah selesai 100 persen. Kami optimistis seluruh gerai dapat difungsikan pada Juli 2026,” jelas Neliawati.
Gerai yang telah selesai tersebut diharapkan dapat menjadi contoh sekaligus percontohan bagi operasional gerai lainnya. Pemerintah menilai, kehadiran koperasi berbasis komunitas seperti ini akan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.
Namun demikian, tidak semua wilayah kelurahan dapat segera dilakukan pembangunan. Sejumlah lokasi masih menghadapi kendala, terutama terkait ketersediaan lahan yang sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Pemerintah mensyaratkan luas lahan minimal 600 meter persegi serta adanya bangunan yang bisa dimanfaatkan atau dikembangkan.
Keterbatasan lahan tersebut menjadi tantangan tersendiri, khususnya di kawasan padat penduduk. Oleh karena itu, pemerintah terus melakukan pendekatan dan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk perangkat daerah dan masyarakat setempat, guna mencari solusi terbaik.
Selain persoalan lahan, proses administrasi seperti legalitas kepemilikan juga menjadi perhatian utama. Pemerintah memastikan bahwa seluruh aspek hukum harus terpenuhi sebelum pembangunan dilanjutkan, guna menghindari potensi permasalahan di kemudian hari.
Upaya percepatan juga dilakukan melalui koordinasi lintas sektor. Dinas terkait, pemerintah kelurahan, hingga pihak teknis pembangunan dilibatkan secara aktif agar setiap tahapan dapat berjalan lebih efektif dan terintegrasi.
Program Koperasi Merah Putih sendiri merupakan salah satu strategi Pemerintah Kota Bengkulu dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan. Koperasi ini diharapkan menjadi wadah bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk berkembang, baik dari sisi produksi, distribusi, maupun pemasaran.
Dengan adanya gerai koperasi yang tersebar di berbagai wilayah, akses masyarakat terhadap kebutuhan usaha diharapkan menjadi lebih mudah. Selain itu, koperasi juga berpotensi menciptakan lapangan kerja baru serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Pemerintah optimistis bahwa ketika seluruh gerai telah beroperasi, dampaknya akan terasa langsung pada peningkatan daya saing UMKM lokal. Tidak hanya itu, keberadaan koperasi juga diyakini mampu memperkuat struktur ekonomi daerah yang lebih mandiri dan inklusif.
Ke depan, Pemkot Bengkulu berkomitmen untuk terus mengawal program ini hingga berjalan optimal. Evaluasi berkala akan dilakukan guna memastikan setiap gerai berfungsi sesuai tujuan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dengan progres yang terus menunjukkan perkembangan positif, target operasional pada Juli 2026 kini dinilai realistis untuk dicapai. Pemerintah pun berharap dukungan dari seluruh pihak agar program ini dapat berjalan lancar dan memberikan kontribusi signifikan bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra