Skip to main content

Pemkot Bengkulu Hadir di Tengah Duka, Wali Kota Dedy Wahyudi Takziah dan Serahkan Layanan “Four In One”

Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi menghadiri takziah warga di Ratu Agung sekaligus menyerahkan layanan administrasi “Four In One” sebagai bentuk kepedulian pemerintah.

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>  Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu untuk selalu hadir di tengah masyarakat, baik dalam suasana bahagia maupun duka, kembali ditunjukkan secara nyata. Pada Senin malam (20/4/2026), Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi bersama jajaran pejabat menghadiri takziah malam ketiga atas wafatnya Almarhumah Hj. Suhatni binti Alwi Idrus di Perumahan Raflesia Residence, Kelurahan Nusa Indah, Kecamatan Ratu Agung.

Kehadiran orang nomor satu di Kota Bengkulu tersebut bukan sekadar agenda seremonial. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi wujud empati dan kepedulian pemerintah kepada masyarakat yang sedang berduka. Almarhumah Hj. Suhatni diketahui merupakan orang tua dari salah satu pegawai Bank Fadhillah Kota Bengkulu.

Dalam kesempatan tersebut, Dedy Wahyudi menegaskan bahwa kehadiran pemerintah merupakan bagian dari upaya menjalankan nilai-nilai kemanusiaan sekaligus ajaran agama, yakni memberikan dukungan moril kepada keluarga yang ditinggalkan.

Ia mengungkapkan bahwa apa yang dilakukan Pemkot Bengkulu sejalan dengan anjuran Rasulullah SAW untuk mendatangi dan menghibur keluarga yang sedang berduka, serta membantu meringankan beban mereka.

“Pemerintah hadir bukan karena jabatan, tetapi karena tanggung jawab moral dan kemanusiaan. Kita ingin memastikan masyarakat tidak merasa sendiri saat menghadapi musibah,” ujar Dedy.

Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Penjabat Sekretaris Daerah Kota Bengkulu Medy Pebriansyah, Camat Ratu Agung Subhan Gusti Hendri, serta sejumlah pejabat lainnya. Kehadiran mereka disambut hangat oleh keluarga dan warga sekitar yang merasa diperhatikan.

Dedy juga mengaku bahwa meskipun aktivitas pemerintahan cukup padat setiap harinya, menghadiri takziah justru memberikan energi tersendiri. Ia merasakan adanya kekuatan emosional ketika dapat langsung berinteraksi dengan masyarakat, terutama dalam situasi duka.

Menurutnya, momen seperti ini juga menjadi pengingat akan peran penting orang tua dalam kehidupan setiap individu. Ia bahkan sempat mengenang sosok ibundanya saat memberikan penguatan kepada keluarga almarhumah.

“Secara fisik mungkin lelah, tapi ketika bisa hadir dan memberikan semangat kepada warga, itu menjadi energi baru. Kita juga diingatkan tentang betapa besar jasa orang tua dalam membesarkan anak-anaknya,” ungkapnya.

Diketahui, setiap malam di Kota Bengkulu terdapat sekitar lima hingga tujuh titik kegiatan takziah yang berlangsung secara bersamaan. Untuk memastikan kehadiran pemerintah tetap merata, perangkat daerah mulai dari lurah hingga camat disebar ke berbagai lokasi. Sementara itu, pimpinan daerah berupaya menghadiri beberapa titik dalam satu malam.

Selain memberikan dukungan moril, Pemkot Bengkulu juga menghadirkan kemudahan layanan administrasi bagi keluarga yang berduka melalui program “Four In One”. Dalam kegiatan takziah tersebut, keluarga almarhumah langsung menerima dokumen kependudukan secara lengkap tanpa harus datang ke kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil).

Program ini mencakup penerbitan akta kematian, pembaruan Kartu Keluarga (KK), hingga bantuan pengurusan dokumen terkait Taspen bagi pensiunan. Layanan ini bahkan tetap berjalan pada hari libur, sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

“Ketika warga berduka, mereka tidak perlu lagi direpotkan dengan urusan administrasi. Semua bisa diurus oleh pemerintah melalui koordinasi antara lurah, camat, hingga wali kota,” tegas Dedy.

Langkah ini pun mendapat apresiasi dari masyarakat karena dinilai sangat membantu, terutama dalam kondisi emosional yang tidak stabil akibat kehilangan anggota keluarga.

Sementara itu, Almarhumah Hj. Suhatni diketahui wafat dalam keadaan yang baik. Ia menghembuskan napas terakhir di antara waktu Ashar dan Maghrib, saat sedang menunggu waktu salat, bahkan sempat melafazkan kalimat tauhid.

Kisah tersebut menjadi penghibur tersendiri bagi keluarga yang ditinggalkan, sekaligus harapan bahwa almarhumah memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Melalui kegiatan ini, Pemkot Bengkulu kembali menegaskan bahwa kehadiran pemerintah bukan hanya dalam pembangunan fisik, tetapi juga dalam memberikan dukungan sosial dan kemanusiaan bagi warganya.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra