TEROPONGPUBLIK.CO.ID – Pemerintah Kota Bengkulu terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas infrastruktur dasar demi memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. Salah satu upaya nyata yang kini telah dirasakan manfaatnya adalah penyelesaian program normalisasi saluran drainase di Kelurahan Tanah Patah dan Kelurahan Kebun Tebeng.
Melalui Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), pekerjaan pembersihan dan normalisasi drainase dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap banjir yang selama ini kerap terjadi saat intensitas hujan meningkat.
Keberhasilan program tersebut membawa dampak positif bagi warga, khususnya di RT 02, RT 03, RT 07, RT 16, dan RT 17 Kelurahan Tanah Patah, serta RT 05, RT 06, dan RT 12 Kelurahan Kebun Tebeng. Saluran air yang sebelumnya dipenuhi endapan lumpur dan sampah kini kembali berfungsi optimal sehingga aliran air menjadi lebih lancar.
Masyarakat menyambut baik langkah cepat pemerintah tersebut. Selama bertahun-tahun mereka dihantui kekhawatiran setiap kali hujan deras mengguyur Kota Bengkulu karena air kerap meluap hingga menggenangi jalan bahkan masuk ke permukiman warga.
Salah seorang warga Kelurahan Tanah Patah mengaku perubahan kondisi lingkungan kini sangat terasa setelah drainase dibersihkan. Menurutnya, genangan air yang biasanya muncul saat hujan deras kini berkurang secara signifikan sehingga aktivitas masyarakat menjadi lebih nyaman.
"Kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kota Bengkulu. Dulu setiap hujan deras kami selalu waswas karena air sering meluap. Sekarang saluran air sudah bersih dan mengalir dengan lancar sehingga lingkungan menjadi lebih aman dan nyaman," ungkapnya.
Apresiasi juga disampaikan masyarakat kepada Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi bersama Wakil Wali Kota Ronny PL Tobing yang dinilai responsif terhadap berbagai aspirasi warga, khususnya terkait pembenahan infrastruktur lingkungan.
Warga menilai perhatian pemerintah terhadap persoalan drainase menjadi bukti bahwa pembangunan tidak hanya difokuskan pada proyek berskala besar, tetapi juga menyentuh kebutuhan mendasar masyarakat di tingkat kelurahan.
Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Kota Bengkulu, Agus Suhendra Wijaya, mengatakan normalisasi drainase merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meminimalkan risiko banjir sekaligus menjaga kualitas lingkungan permukiman.
Menurut Agus, Tim Unit Reaksi Cepat (URC) bersama Bidang SDA PUPR akan terus melakukan pemantauan dan penanganan terhadap saluran drainase yang mengalami penyumbatan di berbagai wilayah Kota Bengkulu.
"Program normalisasi drainase ini merupakan bentuk pelayanan pemerintah kepada masyarakat. Kami berkomitmen menjaga fungsi saluran air agar tetap optimal sehingga mampu mengurangi potensi banjir dan memberikan rasa aman bagi warga," ujar Agus, Jumat (26/6/2026).
Ia juga menambahkan bahwa keberhasilan menjaga fungsi drainase tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi membutuhkan dukungan seluruh masyarakat. Oleh karena itu, warga diimbau untuk tidak membuang sampah ke dalam saluran air agar hasil normalisasi dapat bertahan dalam jangka panjang.
Selain meningkatkan kapasitas saluran drainase, pemerintah juga berharap tumbuh kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Dengan kolaborasi antara pemerintah dan warga, risiko banjir saat musim hujan diharapkan semakin kecil.
Program normalisasi drainase ini menjadi salah satu langkah strategis Pemerintah Kota Bengkulu dalam memperkuat sistem pengendalian banjir di kawasan permukiman. Ke depan, kegiatan serupa akan terus dilakukan secara bertahap di sejumlah titik lain yang dinilai rawan mengalami genangan air.
Melalui pembenahan infrastruktur yang berkelanjutan serta partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, Kota Bengkulu diharapkan mampu menciptakan kawasan permukiman yang lebih sehat, aman, dan bebas dari ancaman banjir.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra