TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Kemerdekaan Republik Indonesia yang kini dinikmati seluruh rakyat tidak terlepas dari perjuangan para pejuang dan veteran yang telah berkorban jiwa, raga, dan tenaga demi kemerdekaan.
Sebagai bentuk penghormatan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu menunjukkan komitmen besar terhadap kesejahteraan para veteran. Tidak hanya memfokuskan pada perbaikan fasilitas umum, Pemprov juga memastikan dukungan nyata bagi para pejuang yang masih hidup, mulai dari renovasi Kantor Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) hingga perbaikan akses jalan dan rumah tinggal mereka.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, didampingi Wakil Gubernur Mian, saat bersilaturahmi dengan para pejuang veteran, purnawirawan TNI/Polri, warakawuri, dan wredatama di Balai Raya Semarak, Selasa (12/8). Suasana pertemuan berlangsung hangat, penuh rasa hormat, dan diwarnai cerita perjuangan masa lalu.
“Saya sudah tugaskan Kepala Dinas Pekerjaan Umum untuk segera memperbaiki Kantor Veteran, membenahi jalan di sekitar rumah para veteran, dan merenovasi rumah yang dihuni oleh 32 veteran. Soal teknis, nanti langsung koordinasi dengan saya. Kita akan bergerak cepat, karena masyarakat tidak butuh alasan, tapi butuh hasil,” tegas Helmi dalam sambutannya.
Gubernur juga mengingatkan bahwa Provinsi Bengkulu memiliki catatan sejarah yang sangat penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. “Api perjuangan itu lahir dari Bengkulu. Kita punya Ibu Fatmawati, putri asli Bengkulu yang menjahit Sang Saka Merah Putih pertama. Itulah pemersatu bangsa, simbol kemerdekaan yang mengikat kita semua,” tambahnya.
Sebagai wujud terima kasih, Pemprov Bengkulu bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menyerahkan bingkisan dan tali asih secara simbolis kepada para penerima. Bantuan ini mencakup 242 penerima, terdiri dari 32 orang Legiun Veteran, 80 purnawirawan dan warakawuri TNI yang tergabung dalam Pepabri, 80 purnawirawan dan warakawuri Polri (PP-Polri), serta 50 orang wredatama atau pensiunan PNS.
Helmi menegaskan, pemberian bantuan ini bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi bentuk nyata penghargaan pemerintah daerah terhadap pengorbanan para pejuang. Ia berharap perhatian ini menjadi motivasi bagi generasi muda untuk meneladani semangat juang dan cinta tanah air.
Di kesempatan yang sama, Ketua LVRI Provinsi Bengkulu, Ribut Ariyadi, menyampaikan apresiasi atas kepedulian Pemprov terhadap para veteran. Menurutnya, perhatian tersebut menjadi bukti bahwa perjuangan mereka di masa lalu tidak dilupakan.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur yang telah mengakomodasi berbagai usulan kami. Saat ini, kami juga ingin mengingatkan generasi muda agar tidak melupakan sejarah. Semangat nasionalisme harus terus dipelihara, karena tanpa semangat itu, kemerdekaan bisa kehilangan maknanya,” ujarnya.
Ribut juga menekankan bahwa para veteran memiliki peran penting dalam mengedukasi masyarakat, khususnya kaum muda, tentang makna pengorbanan dan cinta tanah air. Menurutnya, nilai-nilai juang seperti disiplin, keberanian, dan persatuan harus diwariskan kepada generasi penerus agar bangsa Indonesia tetap kokoh menghadapi tantangan zaman.
Acara silaturahmi tersebut diakhiri dengan doa bersama untuk para pahlawan yang telah gugur. Momen ini menjadi pengingat bahwa kemerdekaan yang diraih saat ini adalah hasil dari pengorbanan panjang yang tak ternilai harganya.
Melalui program renovasi kantor, perbaikan jalan, dan bantuan rumah layak huni, Pemprov Bengkulu menunjukkan bahwa menghargai jasa pahlawan tidak hanya dengan kata-kata, tetapi melalui tindakan nyata yang bermanfaat langsung bagi kehidupan mereka. Semangat ini diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan, menghormati sejarah, dan melanjutkan perjuangan membangun bangsa.
Pewarta : AMG
Editing : Adi Saputra