Skip to main content

Pemprov Bengkulu dan Kemendagri Evaluasi Percepatan Pembangunan SPPG

Pemprov Bengkulu dan Kemendagri Evaluasi Percepatan Pembangunan SPPG

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>   Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Dalam Negeri menggelar rapat evaluasi terkait percepatan pembangunan Satuan Pelayanan Pemantauan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah. Rapat ini berlangsung di Ruang Pola Merah Putih, Kantor Gubernur Bengkulu, Rabu (13/8), dipimpin oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, dan dihadiri perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Dalam paparannya, Herwan Antoni menegaskan bahwa Pemprov Bengkulu bergerak cepat menyiapkan infrastruktur dan kelembagaan untuk mendukung operasional SPPG. Menurutnya, pembentukan tim satgas percepatan telah dilakukan sejak awal dengan melibatkan koordinasi lintas sektor, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

“Tim Bengkulu sudah membentuk satgas percepatan. Kami telah dua kali melakukan rapat bersama wali kota dan bupati untuk memastikan langkah yang diambil di lapangan sejalan dengan target. Dari total 143 SPPG yang ditargetkan di 129 kecamatan, dalam dua minggu terakhir sudah terbangun 28 unit yang siap beroperasi,” ujar Herwan.

Ia menjelaskan, percepatan pembangunan SPPG tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga meliputi kesiapan sumber daya manusia (SDM), penyediaan peralatan, dan penguatan sistem pelaporan. Semua itu bertujuan agar SPPG mampu menjalankan fungsi pemantauan gizi secara optimal dan tepat sasaran.

Lebih lanjut, Herwan menyebutkan bahwa koordinasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan program ini. Pemprov Bengkulu, kata dia, telah mengarahkan agar pemerintah kabupaten/kota menyiapkan lahan, SDM, dan dukungan operasional. Sementara itu, pemerintah provinsi akan memfasilitasi perencanaan, supervisi, dan pemantauan perkembangan di lapangan.

“SPPG ini adalah ujung tombak untuk memastikan intervensi gizi berjalan efektif, khususnya dalam upaya percepatan penurunan stunting. Kita tidak ingin pembangunan hanya berhenti di fisik tanpa ada kesiapan operasional,” tambahnya.

Sementara itu, Inspektur III Itjen Kemendagri, Andi Muhammad Yusuf, menjelaskan bahwa pihaknya hadir di Bengkulu untuk memastikan program SPPG berjalan sesuai target nasional di seluruh kabupaten. Ia mengatakan, timnya akan turun langsung ke lapangan mulai Kamis (14/8) dengan sistem monitoring paralel.

“Kami membentuk empat tim yang akan bekerja secara bersamaan. Dalam tiga hari, setiap tim akan mencakup tiga kabupaten. Dengan begitu, seluruh 10 kabupaten di Bengkulu dapat terpantau secara menyeluruh,” jelas Andi.

Ia menekankan bahwa keberadaan SPPG sangat penting sebagai instrumen pemantauan gizi yang efektif, akurat, dan tepat sasaran. Selain itu, SPPG diharapkan mampu memberikan data lapangan yang dapat digunakan pemerintah untuk mengambil kebijakan intervensi gizi yang lebih cepat dan tepat.

Menurut Andi, evaluasi ini menjadi momen penting untuk melihat progres, mengidentifikasi kendala, serta merumuskan strategi percepatan pembangunan SPPG. “Kita ingin memastikan bahwa program ini benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam memperbaiki status gizi dan menurunkan angka stunting di Bengkulu,” tegasnya.

Rapat evaluasi ini juga menjadi ajang memperkuat sinergi lintas sektor. Hadir perwakilan dari Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Bappeda, serta sejumlah OPD terkait lainnya. Semua pihak sepakat untuk saling mendukung agar target pembangunan 143 SPPG dapat tercapai sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Selain membahas progres fisik, rapat ini juga mengupas rencana pengoperasian, termasuk pelatihan petugas SPPG, pengadaan peralatan penunjang, dan sistem pelaporan digital yang akan digunakan untuk memantau perkembangan status gizi masyarakat secara real time.

Dengan adanya evaluasi ini, diharapkan pembangunan SPPG di Bengkulu dapat berjalan lebih cepat, terukur, dan berkelanjutan. Pemprov Bengkulu menargetkan seluruh unit yang dibangun dapat beroperasi penuh pada akhir tahun 2025, sehingga mampu memberikan layanan pemantauan gizi yang maksimal kepada masyarakat di seluruh kecamatan.

“Ini bukan sekadar membangun fasilitas, tetapi membangun sistem yang menjamin setiap anak di Bengkulu mendapatkan pemenuhan gizi yang layak,” pungkas Herwan Antoni.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra