TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu bersama Pemerintah Daerah (Pemda) kabupaten/kota se-Provinsi Bengkulu serta berbagai instansi vertikal lainnya terus berupaya menurunkan angka kemiskinan di wilayah tersebut. Asisten II Setda Provinsi Bengkulu, R. A Denny, menyatakan bahwa koordinasi lintas sektor bersama instansi seperti BPS Provinsi Bengkulu, PLN, Baznas, LazisNU, LazisMU, P3MD, dan Koordinator PKH dilakukan untuk menyamakan persepsi dalam menanggulangi kemiskinan ekstrem.
"Ini adalah perintah negara yang harus kita laksanakan. Rakor ini bertujuan menghasilkan program kerja yang tepat sasaran untuk menurunkan angka kemiskinan," ujar R. A Denny saat membuka Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem Provinsi Bengkulu Tahun 2024 di sebuah hotel di kawasan Penurunan, Kota Bengkulu, Jumat(5/7).
Denny menyebutkan bahwa dalam tiga tahun terakhir, angka kemiskinan di Bengkulu menunjukkan penurunan signifikan. Data dari BPS Provinsi Bengkulu mengungkapkan bahwa sejak 2021 hingga 2023, persentase kemiskinan ekstrem di Bengkulu terus berkurang. Pada 2021, angka kemiskinan ekstrem tercatat 3,72 persen, menurun menjadi 3,61 persen di 2022, dan terus menurun hingga 2,08 persen pada 2023.

Selain itu, angka kemiskinan tingkat Provinsi Bengkulu pada Maret 2024 mengalami penurunan sebesar 0,48 persen dibandingkan Maret 2023. Saat ini, angka kemiskinan di Bengkulu berada di angka 13,56 persen.
"Selama tiga tahun terakhir, program-program yang dijalankan baik oleh provinsi maupun kabupaten/kota telah berhasil menurunkan angka kemiskinan secara signifikan. Namun, kita belum puas karena angka kemiskinan di Bengkulu masih di atas angka kemiskinan nasional," tambahnya.
Kepala Bappeda Provinsi Bengkulu, Yuliswani, menambahkan bahwa pihaknya telah menyiapkan beberapa strategi untuk menanggulangi kemiskinan di Provinsi Bengkulu. Strategi tersebut antara lain mengurangi pengeluaran masyarakat miskin, meningkatkan pendapatan mereka, dan mengurangi kantong-kantong kemiskinan.
"Kita harus menyamakan data dan target agar sasarannya tepat. Dengan begitu, upaya penurunan angka kemiskinan dapat tercapai," jelasnya.
Pewarta : Herdianson
Editing : Adi Saputra