Skip to main content

Pemprov Bengkulu Tutup Sementara Dapur MBG, Fokus Pulihkan Ratusan Siswa Korban Keracunan

Pemprov Bengkulu Tutup Sementara Dapur MBG, Fokus Pulihkan Ratusan Siswa Korban Keracunan

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>   Peristiwa keracunan massal yang menimpa ratusan siswa di Kabupaten Lebong pada Rabu (27/8) mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Bengkulu. Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, turun langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi para korban sekaligus mengevaluasi penyebab insiden tersebut.

Dalam keterangannya, Mian menegaskan bahwa dapur penyedia makanan bergizi gratis (MBG) yang diduga menjadi sumber keracunan telah resmi ditutup sementara. Langkah ini dilakukan guna memudahkan penyelidikan aparat penegak hukum (APH) dan tim investigasi MBG.

“Untuk sementara, pengelola dapur MBG ini dihentikan operasinya dan akan diinvestigasi lebih lanjut. Kita perlu mengetahui di mana letak kelemahannya. Itu nanti ranah APH dan tim investigasi. Saat ini, yang paling penting adalah bagaimana anak-anak bisa segera sembuh. Ini musibah yang harus kita tangani dengan serius,” ujar Mian, Kamis (28/8), saat meninjau langsung RSUD Lebong tempat banyak siswa dirawat.

Penyelidikan Unsur Kelalaian

Pemerintah menekankan bahwa investigasi dilakukan untuk memastikan ada atau tidaknya unsur kelalaian, bahkan kemungkinan kesengajaan dari pihak pengelola dapur. Tim gabungan dari Dinas Kesehatan, BPOM, dan kepolisian telah mengamankan sampel makanan yang dikonsumsi siswa berupa bakso, jagung, dan mi. Hasil uji laboratorium akan menjadi dasar penindakan lebih lanjut.

“Kalau memang terbukti ada unsur kelalaian yang menyebabkan ratusan anak keracunan, tentu akan ada sanksi tegas. Kita tidak ingin program baik seperti MBG justru mencelakakan generasi muda,” tegas Mian.

Dukungan Pemulihan dari Baznas

Selain fokus pada investigasi, Pemprov Bengkulu juga memastikan pemulihan kesehatan korban menjadi prioritas utama. Wagub Mian langsung menghubungi Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Bengkulu untuk menyalurkan bantuan berupa makanan tambahan bagi para siswa.

“Dari Baznas kita harus tunjukkan perhatian. Untuk tiga sampai empat kali pemberian ke depan, makanan tambahan bagi korban akan ditanggung oleh Baznas. Ini bentuk kepedulian kita agar anak-anak cepat pulih,” jelasnya.

Langkah ini diapresiasi oleh pihak keluarga korban yang masih mendampingi anak-anak mereka di rumah sakit. Menurut mereka, dukungan pemerintah sangat dibutuhkan untuk meringankan beban sekaligus menenangkan psikologis siswa yang mengalami trauma akibat keracunan.

Imbauan untuk Tidak Takut Berobat

Wagub juga mengingatkan agar siswa maupun orang tua tidak ragu membawa anak-anak yang masih mengalami gejala seperti mual, pusing, dan muntah ke rumah sakit. Ia menegaskan bahwa seluruh biaya penanganan akan didampingi pemerintah.

“Bagi yang takut ke rumah sakit, kita akan dampingi agar mereka merasa aman. Sementara untuk siswa yang kondisinya sudah membaik, dipersilakan pulang supaya rumah sakit tidak terlalu penuh,” tambahnya.

Pemerintah daerah bersama tenaga medis terus melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi korban. Beberapa siswa yang sebelumnya dirawat inap sudah diperbolehkan pulang, sementara sebagian lainnya masih menjalani observasi.

Evaluasi Program MBG

Kasus keracunan massal ini menjadi tamparan bagi pelaksanaan program makanan bergizi gratis yang selama ini digadang sebagai upaya pemerintah dalam meningkatkan gizi anak sekolah. Mian menilai perlu ada evaluasi menyeluruh, terutama pada aspek pengawasan kualitas bahan pangan, cara pengolahan, hingga distribusi makanan ke sekolah.

“Program MBG tujuannya mulia, untuk membentuk generasi sehat dan cerdas. Namun jika pengawasan lemah, justru bisa menimbulkan risiko besar. Maka evaluasi menyeluruh akan kita lakukan, termasuk memperketat standar dapur penyedia MBG,” jelasnya.

Ia juga meminta agar seluruh pihak yang terlibat, baik pemerintah kabupaten, penyedia jasa, hingga sekolah penerima MBG, lebih waspada dan teliti dalam proses pengolahan makanan.

Harapan Pemulihan

Hingga Kamis siang (28/8), jumlah korban keracunan tercatat mencapai ratusan siswa dari beberapa sekolah di Kabupaten Lebong. Meski sebagian besar kondisinya berangsur membaik, pemerintah tetap menyiagakan fasilitas kesehatan hingga situasi benar-benar pulih.

Mian berharap kejadian ini menjadi pelajaran berharga sekaligus momentum memperkuat koordinasi antarinstansi agar kejadian serupa tidak terulang. “Kita ingin semua anak-anak segera sembuh dan bisa kembali beraktivitas normal di sekolah. Pemprov akan terus mendampingi mereka hingga tuntas,” pungkasnya.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra