Skip to main content

Program Bantu Rakyat Sentuh Warga Bumi Ayu, Baznas Bengkulu Bantu Sembako dan Tebus Ijazah

Ketua Baznas Provinsi Bengkulu H. Yulkamra, S.Pd.I., M.Pd., bersama tim BPJS Kesehatan dan Tim URC Pemprov Bengkulu saat mengunjungi serta menyerahkan bantuan sembako kepada keluarga Miayati di Kelurahan Bumi Ayu, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu. Bantuan tersebut juga disertai komitmen membantu penyelesaian administrasi penebusan ijazah cucunya.

TEROPONGPUBLIK.CO.ID   <<<>>>  Kepedulian Pemerintah Provinsi Bengkulu terhadap masyarakat kurang mampu kembali diwujudkan melalui program Bantu Rakyat. Kali ini, perhatian pemerintah menyentuh kehidupan Miayati, seorang warga lanjut usia yang tinggal bersama cucunya dalam keterbatasan ekonomi di Kelurahan Bumi Ayu, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu.

Bentuk kepedulian tersebut terlihat ketika Tim BPJS Kesehatan, Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Pemerintah Provinsi Bengkulu, bersama Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Bengkulu, H. Yulkamra, S.Pd.I., M.Pd., turun langsung untuk memastikan kondisi keluarga tersebut sekaligus menyalurkan bantuan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan kunjungan lapangan pada Minggu (1/11/2026). Selanjutnya, pada Senin (2/11/2026), Ketua Baznas Provinsi Bengkulu menyerahkan bantuan kebutuhan pokok sebagai bentuk perhatian terhadap kondisi keluarga Miayati.

Perhatian terhadap keluarga Miayati bermula dari interaksi masyarakat dalam siaran langsung TikTok Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan. Dalam kesempatan tersebut, cucu Miayati menyampaikan persoalan yang sedang dihadapi keluarganya, terutama mengenai kepesertaan BPJS Kesehatan yang belum dimiliki.

Keluhan tersebut kemudian mendapat perhatian Ricco Anggara dari bidang BPJS Kesehatan. Tidak sekadar menerima laporan, Ricco bersama tim langsung melakukan penelusuran dengan mendatangi kediaman keluarga tersebut untuk melihat kondisi sebenarnya.

Dari hasil kunjungan, diketahui bahwa Miayati menjalani kehidupan dengan fasilitas yang sangat sederhana. Ia tinggal bersama cucunya yang baru menyelesaikan pendidikan tingkat SMA. Namun, keterbatasan ekonomi membuat sejumlah kebutuhan keluarga belum dapat terpenuhi, termasuk persoalan jaminan kesehatan.

Melihat keadaan tersebut, Ricco kemudian berkoordinasi dengan Baznas Provinsi Bengkulu agar keluarga Miayati bisa mendapatkan bantuan sosial sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.

Kepedulian Baznas tidak berhenti pada penyaluran bantuan sembako. Saat bertemu langsung dengan keluarga Miayati, Ketua Baznas Provinsi Bengkulu, H. Yulkamra, juga menggali informasi mengenai persoalan lain yang selama ini menjadi beban keluarga tersebut.

Dalam perbincangan itu, terungkap bahwa cucu Miayati belum dapat mengambil ijazah sekolahnya karena terkendala biaya administrasi yang masih harus diselesaikan.

Mendengar persoalan tersebut, Yulkamra menyatakan kesediaannya untuk membantu penyelesaian biaya penebusan ijazah. Menurutnya, pendidikan merupakan salah satu hal penting yang tidak boleh terhambat hanya karena keterbatasan ekonomi keluarga.

"Kita urus administrasi dan konsultasi ke pihak sekolah dulu. Kalau sudah selesai kita eksekusi," ujar Yulkamra.

Ia menjelaskan, langkah awal yang akan dilakukan adalah memastikan seluruh persyaratan administrasi serta berkomunikasi dengan pihak sekolah. Setelah persoalan tersebut jelas, Baznas akan menindaklanjuti bantuan sesuai mekanisme yang berlaku.

Bantuan tersebut diharapkan dapat membuka jalan bagi cucu Miayati untuk melanjutkan langkah berikutnya setelah menyelesaikan pendidikan SMA. Dengan memiliki ijazah, kesempatan untuk mencari pekerjaan maupun mengembangkan masa depan diharapkan semakin terbuka.

Kehadiran tim pemerintah dan Baznas di rumah Miayati menjadi salah satu gambaran bagaimana program Bantu Rakyat berupaya mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

Melalui koordinasi lintas sektor, laporan yang disampaikan warga dapat ditindaklanjuti dengan melihat langsung kondisi penerima manfaat. Persoalan yang ditemukan pun tidak hanya berkaitan dengan bantuan kebutuhan pokok, tetapi juga menyangkut jaminan kesehatan dan keberlanjutan pendidikan.

Cucu Miayati menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Gubernur Bengkulu Helmi Hasan atas perhatian yang diberikan kepada keluarganya. Ia juga mengapresiasi langkah Ketua Baznas Provinsi Bengkulu beserta tim BPJS Kesehatan yang telah datang langsung dan membantu mencarikan solusi.

Baginya, perhatian tersebut menjadi harapan baru di tengah kesulitan ekonomi yang selama ini mereka hadapi.

Dalam kesempatan itu, Yulkamra menegaskan bahwa bantuan yang diberikan Baznas bersumber dari pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dihimpun dari aparatur sipil negara (ASN), masyarakat, serta para muzaki di Provinsi Bengkulu.

Dana yang terkumpul merupakan amanah yang harus dikelola dan disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerima sesuai ketentuan syariat dan aturan pengelolaan zakat.

Karena itu, Baznas berkomitmen memastikan dana umat dapat memberikan manfaat nyata, khususnya bagi keluarga yang menghadapi kesulitan ekonomi dan membutuhkan perhatian.

Yulkamra juga menyampaikan salam dari Gubernur Bengkulu Helmi Hasan kepada keluarga Miayati. Ia menyebutkan bahwa gubernur belum dapat hadir secara langsung karena masih memiliki agenda dan kesibukan lainnya.

Melalui bantuan tersebut, Pemerintah Provinsi Bengkulu berharap masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan tidak merasa berjalan sendiri. Kolaborasi pemerintah daerah, BPJS Kesehatan, Baznas, dan partisipasi masyarakat diharapkan terus diperkuat agar semakin banyak warga yang memperoleh pelayanan serta bantuan secara tepat sasaran.

Kisah Miayati menjadi pengingat bahwa kepedulian tidak selalu harus dimulai dari bantuan besar. Kehadiran, perhatian, dan kesediaan mendengarkan keluhan masyarakat dapat menjadi langkah awal untuk menghadirkan perubahan dalam kehidupan seseorang.

Program Bantu Rakyat diharapkan terus menjadi jembatan antara kebutuhan masyarakat dan kehadiran pemerintah, sehingga manfaat pembangunan benar-benar dapat dirasakan hingga ke lingkungan keluarga yang paling membutuhkan.

Pewarta : Amg 

Editing : Adi Saputra