TEROPONGPUBLIK.CO.ID – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) resmi digelar di Grand City Hall, Kota Medan, Rabu (1/7/2026). Kegiatan tahunan yang mempertemukan para wali kota se-Indonesia ini dibuka langsung oleh Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto dan dihadiri oleh 98 wali kota dari berbagai daerah, termasuk Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi.
Rakernas APEKSI tahun ini menjadi forum strategis bagi pemerintah kota untuk memperkuat kolaborasi, bertukar pengalaman, serta membahas berbagai langkah inovatif dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat perekonomian daerah, dan mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Dalam sambutannya, Wamendagri Bima Arya menegaskan bahwa pemerintah daerah harus mampu menghadirkan kepemimpinan yang adaptif serta berani menciptakan terobosan baru. Menurutnya, tantangan pembangunan saat ini menuntut setiap kota tidak lagi bergantung pada pola-pola lama, melainkan mampu menghadirkan inovasi yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
Ia menyampaikan bahwa banyak kota di Indonesia telah berhasil menunjukkan kemajuan melalui kreativitas dan kepemimpinan yang kuat. Karena itu, para kepala daerah diminta memanfaatkan keberhasilan daerah lain sebagai referensi dalam menyusun kebijakan pembangunan.
Bima Arya menilai praktik-praktik terbaik tidak harus dipelajari hingga ke luar negeri. Berbagai daerah di Indonesia telah memiliki inovasi yang layak dijadikan contoh, mulai dari tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, hingga strategi peningkatan pendapatan daerah.
Salah satu daerah yang mendapat perhatian khusus adalah Kota Pekanbaru. Wamendagri mengungkapkan keberhasilan pemerintah kota tersebut meningkatkan PAD secara signifikan, dari sekitar Rp809 miliar menjadi lebih dari Rp1,2 triliun hanya dalam waktu satu tahun. Capaian tersebut dinilai menjadi bukti bahwa pengelolaan daerah yang inovatif mampu menghasilkan peningkatan pendapatan yang besar.
Selain mendorong optimalisasi PAD, Bima Arya juga mengajak seluruh kepala daerah memanfaatkan berbagai sumber pembiayaan alternatif, salah satunya melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Menurutnya, sejumlah kota seperti Semarang, Samarinda, dan Madiun telah berhasil memanfaatkan pola kerja sama tersebut untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dan pelayanan masyarakat.
Tak kalah penting, ia menekankan perlunya setiap daerah membangun identitas atau city branding yang kuat. Branding daerah, kata dia, bukan sekadar promosi, tetapi mencerminkan karakter, sejarah, dan visi masa depan sebuah kota sehingga mampu meningkatkan daya saing sekaligus menarik investasi maupun wisatawan.
Usai mengikuti pembukaan Rakernas, Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi mengatakan forum APEKSI menjadi kesempatan yang sangat berharga untuk memperluas wawasan sekaligus mempelajari berbagai kebijakan yang telah berhasil diterapkan di daerah lain.
Menurut Dedy, seluruh wali kota memanfaatkan Rakernas sebagai ruang diskusi untuk saling berbagi pengalaman, bertukar program unggulan, hingga membahas strategi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah yang saat ini menjadi salah satu fokus pemerintah daerah.
Ia mengaku banyak memperoleh masukan berharga, terutama mengenai pengelolaan PAD yang sukses diterapkan oleh Pemerintah Kota Pekanbaru. Dedy menilai pengalaman tersebut dapat menjadi referensi dalam memperkuat kemandirian fiskal Kota Bengkulu melalui berbagai inovasi yang sesuai dengan potensi daerah.
Dalam sesi wawancara bersama Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho dan Wali Kota Kendari, Dedy turut memberikan apresiasi atas keberhasilan Pekanbaru yang menjadi perhatian pemerintah pusat karena mampu mencatat lonjakan PAD dalam waktu singkat.
Sementara itu, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho juga menyampaikan apresiasi kepada Dedy Wahyudi. Ia bahkan menitipkan salam kepada masyarakat Kota Bengkulu dan memuji kepemimpinan Dedy sebagai sosok kepala daerah yang inovatif serta memiliki semangat membangun daerah.
Rakernas XVIII APEKSI di Medan diharapkan menghasilkan berbagai rekomendasi strategis bagi pemerintah kota di seluruh Indonesia. Melalui kolaborasi antardaerah, pertukaran praktik terbaik, serta penguatan inovasi, setiap pemerintah kota diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat perekonomian lokal, mengoptimalkan PAD, dan menghadirkan pembangunan yang semakin merata demi kesejahteraan masyarakat.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra