Skip to main content

Rencana Aktivasi Kembali Terminal Pasar Panorama Terkendala Pedagang yang Menghalangi Akses Angkot

Kadis Perhubungan Kota Bengkulu, Hendri Kurniawan ,mengaktifkan kembali terminal di kawasan Pasar Panorama,diruang kerjanya Sabtu (2/12)

TEROPONGPUBLIK.CO.ID >><< Dalam upaya untuk mengaktifkan kembali terminal di kawasan Pasar Panorama, Dinas Perhubungan Kota Bengkulu menghadapi hambatan yang cukup signifikan. Rencana mereka terhambat oleh pedagang yang menjajakan barang dagangannya di luar terminal, sehingga menutupi akses jalan masuk angkot ke dalam area terminal tersebut.

Menurut pernyataan Kadis Perhubungan Kota Bengkulu, Hendri Kurniawan, masalah ini semakin diperparah dengan kebutuhan untuk menutup siring yang ada di terminal agar dapat dijadikan sebagai jalur masuk angkot.sabtu (2/12).

"Hingga saat ini, upaya telah dilakukan dengan memberikan himbauan kepada pemilik kendaraan angkot untuk menggunakan lintasan yang tersedia masuk ke dalam terminal. Namun, kendala utama saat ini adalah ketidakmampuan untuk membujuk pedagang yang masih enggan untuk mundur. Seharusnya, Disperindag yang memiliki kewenangan dalam hal ini untuk mengatur pedagang agar masuk ke dalam terminal," ujar Hendri.

Koordinasi yang lebih lanjut dengan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait seperti Disperindag, PUPR, dan kepala pasar direncanakan akan dilakukan. Fokus utamanya adalah pada koordinasi dengan Dinas PUPR.

"Kami masih menunggu langkah dari Dinas PUPR untuk memasang patok besi di jalur masuk terminal. Rencananya, akan ada rapat lanjutan dengan berbagai pihak terkait. Di samping itu, ada juga perlu penutupan siring di belakang PBK yang harus dilakukan oleh Dinas PUPR agar memungkinkan akses angkot ke dalam terminal," jelasnya.

Sementara upaya terus dilakukan untuk mengatasi kendala ini, proses koordinasi dengan berbagai instansi terkait tetap menjadi fokus utama dalam upaya mengaktifkan kembali terminal di Pasar Panorama demi meningkatkan efisiensi dan pelayanan transportasi di Kota Bengkulu.

Pewarta : Gunawan

Editing : Adi Saputra 

Top of Form