Skip to main content

Tapak Paderi: Jejak Sejarah dan Transformasi Destinasi Wisata di Bengkulu

Tapak Paderi: Jejak Sejarah dan Transformasi Destinasi Wisata di Bengkulu.Selasa(3/9)(Tedi - teropongpublik.co.id)

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>  Tapak Paderi, yang terletak di Kota Bengkulu, menyimpan jejak sejarah yang sangat penting. Pada masa penjajahan Inggris di awal 1800-an, Tapak Paderi berfungsi sebagai pelabuhan pertama di Bengkulu. Pelabuhan ini menjadi jalur utama bagi Inggris untuk mengirim rempah-rempah dari Bengkulu ke Eropa. Dengan lokasinya yang strategis, Tapak Paderi menjadi pusat perekonomian jalur laut di wilayah tersebut.

Selain berfungsi sebagai pelabuhan bersejarah, Tapak Paderi juga memiliki nilai lain yang tak kalah penting. Pada era 1990-an hingga 2000-an, kawasan ini dikenal sebagai destinasi wisata pantai yang mempesona. Pantai Tapak Paderi tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga nilai historis karena berada di dekat Benteng Marlborough, peninggalan masa penjajahan Inggris yang masih berdiri kokoh hingga kini. Keberadaan benteng ini menambah daya tarik bagi wisatawan yang ingin menyelami sejarah sembari menikmati panorama pantai.

Pesona Pantai Tapak Paderi mencapai puncaknya ketika para pengunjung bisa menikmati pemandangan dari ketinggian 200 meter. Dari titik tersebut, keindahan pantai dan lautan biru terbentang luas, menawarkan pemandangan yang menakjubkan. Tidak heran jika Tapak Paderi menjadi salah satu destinasi favorit masyarakat Bengkulu dan wisatawan dari luar daerah.

Memasuki tahun 2005-2006, Pemerintah Provinsi Bengkulu melakukan proyek penataan besar-besaran terhadap kawasan Pantai Panjang hingga Pantai Kualo Pasar Bengkulu. Tapak Paderi yang menjadi bagian dari kawasan ini juga turut merasakan dampak positif dari proyek tersebut. Salah satu hasil penataan adalah pembangunan Kolam Rekreasi yang dikenal dengan sebutan "Kolam Bebek." Kolam ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung, terutama keluarga yang datang untuk menghabiskan waktu liburan di kawasan pantai.

Selain itu, pemerintah juga melakukan penataan terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar Tapak Paderi. Dengan penataan yang rapi, UMKM di kawasan ini, termasuk warung yang terkenal dengan nama "Warung Coy," mampu menarik perhatian pengunjung. Warung ini menjadi tempat favorit bagi masyarakat yang ingin menikmati makanan dan minuman sambil merasakan semilir angin pantai.

Namun, seiring berjalannya waktu, pesona Tapak Paderi mulai memudar. Kejayaan yang pernah dirasakan di tahun 2006 hingga 2008 perlahan terkikis oleh perubahan zaman. "Kolam Bebek," yang dulunya menjadi magnet bagi wisatawan, kini tak lagi menarik seperti dulu. Pengunjung yang semakin berkurang membuat para pelaku UMKM di kawasan ini mulai meninggalkan Tapak Paderi. Warung-warung yang dulu ramai kini sepi, dan kawasan yang dulu hidup kini tampak lengang.

Meski begitu, Tapak Paderi tetap menyimpan kenangan manis bagi banyak orang. Sejarahnya sebagai pelabuhan pertama di Bengkulu dan sebagai destinasi wisata yang pernah berjaya, menjadikannya tempat yang tak akan terlupakan. Pemerintah dan masyarakat Bengkulu kini dihadapkan pada tantangan untuk menghidupkan kembali kawasan ini, agar Tapak Paderi dapat kembali menjadi destinasi yang diminati, baik oleh wisatawan lokal maupun mancanegara.

Penulis: Tedi Suryadi SH