TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Anggota DPRD Kota Bengkulu, Ustadz Andi Saputra, angkat bicara mengenai kondisi transportasi udara di Provinsi Bengkulu yang kian memprihatinkan. Selain harga tiket yang melambung tinggi, berhentinya operasional maskapai Garuda Indonesia di rute Bengkulu-Jakarta menjadi pukulan telak bagi mobilitas warga dan ekonomi daerah.
Andi Saputra secara tegas menagih janji Gubernur Bengkulu terkait upaya pemerintah provinsi dalam menjamin ketersediaan armada dan stabilitas harga tiket pesawat.
Keresahan Masyarakat Jadi Prioritas
Menurut Ustadz Andi, keluhan masyarakat sudah mencapai titik jenuh. Pasca berhentinya Garuda Indonesia, pilihan maskapai menjadi sangat terbatas, yang secara otomatis memicu hukum pasar: permintaan tinggi, armada sedikit, harga selangit.
"Kita tidak bisa terus-menerus membiarkan rakyat Bengkulu terisolasi secara ekonomi karena mahalnya akses keluar-masuk provinsi. Mana janji Pak Gubernur untuk melobi maskapai dan memastikan transportasi udara kita normal?" ujar Andi Saputra.
Dampak Berhentinya Garuda Indonesia
Berhentinya operasi maskapai pelat merah tersebut dinilai Andi sebagai kemunduran bagi wajah ibu kota provinsi. Dampaknya bukan hanya pada kenyamanan, tapi juga pada:
Sektor Bisnis & Investasi: Investor akan berpikir dua kali jika akses transportasi sulit dan mahal.
Sektor Pariwisata: Target kunjungan wisata sulit tercapai jika ongkos transportasi tidak kompetitif.
Sektor Kesehatan: Warga yang butuh rujukan cepat ke Jakarta semakin terbebani biaya tinggi.
Mendesak Langkah Konkret
Politisi muda ini mendesak Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk tidak sekadar "menunggu bola". Ia meminta Gubernur segera melakukan koordinasi intensif dengan kementerian terkait dan manajemen maskapai.
"Jangan sampai rakyat merasa pemerintah tidak hadir. Masalah tiket pesawat ini krusial. Jika alasan maskapai adalah biaya operasional, pemerintah daerah harus kreatif mencari solusi, entah itu melalui skema subsidi atau pemberian insentif pajak bandara yang bisa dikoordinasikan dengan pihak Angkasa Pura," tambahnya.
Andi berharap dalam waktu dekat sudah ada titik terang mengenai kembalinya maskapai nasional tersebut atau setidaknya ada penambahan flight dari maskapai lain untuk menekan harga tiket yang saat ini dianggap tidak masuk akal.(**)