TEROPONGPUBLIK.CO.ID - Pemerintah Kabupaten Seluma kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan sosial dan kesehatan yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat. Melalui Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP), perhatian khusus diberikan kepada warga yang mengalami gangguan kesehatan mental.
Kamis (29/01/2025), Ketua TP PKK Kabupaten Seluma, Ny. dr. Mega Ayu Variza Teddy Rahman, MARS, didampingi Ketua DWP Kabupaten Seluma, Ny. Dianty Tjaja Deddy Ramdhani, melakukan kunjungan langsung ke Kelurahan Dermayu untuk memberikan pendampingan kepada seorang warga bernama Watini yang masuk dalam kategori Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).
Dalam kunjungan tersebut, kedua pimpinan organisasi perempuan ini tidak hanya bersilaturahmi, tetapi juga terlibat langsung dalam proses penanganan. Watini didampingi secara personal untuk dibawa ke Rumah Sakit Khusus Jiwa (RSKJ) Bengkulu agar mendapatkan perawatan medis yang lebih intensif, terstruktur, dan berkelanjutan.
Ny. dr. Mega Ayu Variza menegaskan bahwa penanganan ODGJ tidak boleh dilakukan setengah-setengah atau hanya bersifat insidental. Menurutnya, kesehatan mental merupakan bagian penting dari kualitas hidup masyarakat yang harus mendapat perhatian setara dengan kesehatan fisik.
“ODGJ bukan untuk dijauhi, apalagi dikucilkan. Mereka justru membutuhkan dukungan, pendampingan, dan pengobatan yang tepat. Pemerintah hadir untuk memastikan setiap warga mendapatkan haknya atas layanan kesehatan yang layak,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya menghidupkan kembali peran Rukun Tetangga (RT) sebagai garda terdepan di lingkungan masyarakat. RT diharapkan mampu menjadi mata dan telinga pemerintah dalam mendeteksi sejak dini kondisi warga yang menunjukkan gejala gangguan mental maupun sosial.
“RT harus aktif melakukan pemantauan, berkoordinasi dengan lurah, puskesmas, serta dinas terkait. Dengan begitu, penanganan bisa dilakukan lebih cepat sebelum kondisi semakin memburuk,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua DWP Kabupaten Seluma, Ny. Dianty Tjaja Deddy Ramdhani, menyampaikan bahwa pendampingan terhadap ODGJ tidak cukup hanya melalui pendekatan medis, tetapi juga harus disertai pendekatan sosial dan emosional.
Menurutnya, keluarga dan lingkungan sekitar memegang peran besar dalam proses pemulihan. Dukungan moral, penerimaan sosial, serta komunikasi yang baik dapat membantu ODGJ merasa lebih aman dan tidak terisolasi.
“Kami ingin menanamkan pemahaman bahwa ODGJ adalah bagian dari masyarakat yang harus dirangkul, bukan disisihkan. Perlu sinergi antara keluarga, aparat kelurahan, serta tenaga kesehatan,” katanya.
Kegiatan ini juga melibatkan berbagai unsur pemerintahan. Turut hadir Lurah Dermayu, perwakilan Dinas Sosial Kabupaten Seluma, serta tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan melalui Puskesmas Dermayu. Mereka berperan dalam proses koordinasi, asesmen kondisi pasien, hingga administrasi rujukan ke rumah sakit jiwa.
Perwakilan Dinas Sosial menjelaskan bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan Watini selama menjalani perawatan. Jika diperlukan, intervensi lanjutan seperti rehabilitasi sosial dan pendampingan keluarga juga akan dilakukan agar proses pemulihan berjalan optimal.
Langkah kolaboratif ini menjadi bukti bahwa penanganan masalah kesehatan mental tidak bisa dibebankan kepada satu instansi saja. Diperlukan kerja sama lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, tenaga medis, hingga elemen masyarakat paling bawah.
Melalui kegiatan ini, TP PKK dan DWP Kabupaten Seluma berharap kesadaran masyarakat terhadap isu kesehatan mental semakin meningkat. Selain itu, stigma negatif terhadap ODGJ diharapkan dapat berkurang, sehingga mereka bisa memperoleh ruang hidup yang lebih manusiawi, bermartabat, dan penuh empati.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra