Skip to main content

Usin Sembiring Ajak Sekolah Bangun Pendidikan Berkarakter

Usin Sembiring Ajak Sekolah Bangun Pendidikan Berkarakter

TEROPONGPUBLIK.CO.ID - Anggota DPRD Provinsi Bengkulu dari Daerah Pemilihan Bengkulu I Kota Bengkulu, Usin Abdisyah Putra Sembiring, melaksanakan kegiatan reses masa persidangan pertama Tahun Sidang 2026 di SMAN 2 Kota Bengkulu, Jumat (13/2/2026). Kegiatan tersebut menjadi ruang dialog antara wakil rakyat dengan kalangan pendidik, siswa, serta pihak sekolah guna menyerap berbagai aspirasi dan persoalan aktual di dunia pendidikan.

Dalam pertemuan yang berlangsung terbuka itu, Usin menegaskan bahwa sektor pendidikan masih menjadi salah satu fokus utama Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu.

Menurutnya, sekolah bukan hanya tempat mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang pembentukan karakter generasi muda. Oleh karena itu, setiap permasalahan yang muncul, terutama terkait kekerasan di lingkungan sekolah, harus disikapi secara bijak dan komprehensif.
“Setiap kali terjadi kasus kekerasan atau konflik di sekolah, jangan langsung saling menyalahkan. Jangan hanya menyalahkan murid, jangan pula membebankan sepenuhnya kepada guru atau pihak sekolah. Semua pihak harus duduk bersama mencari akar masalahnya,” ujar Usin di hadapan para guru dan siswa.

Ia menilai, fenomena kekerasan di sekolah merupakan persoalan kompleks yang tidak bisa diselesaikan dengan pendekatan sepihak. Dalam pandangannya, pendidikan karakter justru menjadi tantangan paling berat dalam dunia pendidikan saat ini. Banyak siswa yang mampu menguasai pelajaran secara akademik, namun belum tentu memiliki adab dan budi pekerti yang kuat.

“Belajar yang paling sulit itu bukan menghafal rumus atau teori, tapi belajar adab, belajar budi pekerti. Orang bisa pintar secara akademik, tapi kalau karakter tidak dibangun sejak dini, maka akan muncul berbagai persoalan sosial,” katanya.
Usin juga menekankan bahwa tanggung jawab pembentukan karakter tidak bisa dibebankan sepenuhnya kepada sekolah. Keluarga dan lingkungan masyarakat memiliki peran yang sama pentingnya. Menurutnya, sekolah hanya memiliki waktu terbatas dalam mendidik siswa, sementara sebagian besar waktu anak dihabiskan di rumah dan lingkungan sekitar.

“Sekolah itu waktunya terbatas, hanya beberapa jam dalam sehari. Selebihnya anak berada di rumah dan di masyarakat. Maka orang tua dan lingkungan juga harus ikut bertanggung jawab membentuk perilaku anak,” tegasnya.

Selain isu kekerasan, sejumlah guru menyampaikan aspirasi terkait keterbatasan fasilitas belajar, kebutuhan peningkatan sarana pendukung pendidikan, serta perlunya pelatihan bagi tenaga pendidik agar mampu mengikuti perkembangan zaman. Usin menyatakan seluruh masukan tersebut akan dicatat dan dibawa ke tingkat pembahasan DPRD Provinsi Bengkulu.

Ia berkomitmen mendorong kebijakan anggaran yang berpihak pada peningkatan kualitas pendidikan, baik dari sisi infrastruktur, sumber daya manusia, maupun program pembinaan karakter siswa. Menurutnya, pendidikan yang berkualitas tidak hanya diukur dari kelulusan akademik, tetapi juga dari kemampuan siswa menjadi pribadi yang beretika dan berakhlak.

Dalam kesempatan itu, Usin juga mengingatkan pentingnya komunikasi yang sehat antara guru dan siswa. Ia mendorong sekolah untuk membangun budaya dialog, sehingga setiap permasalahan dapat diselesaikan tanpa kekerasan atau tekanan berlebihan.

“Kalau ada masalah, selesaikan dengan komunikasi. Jangan langsung dengan emosi atau hukuman yang tidak mendidik. Pendidikan itu harus menenangkan, bukan menakutkan,” ujarnya.
Kepala sekolah dan para guru yang hadir menyambut baik kegiatan reses tersebut. Mereka menilai kehadiran langsung anggota DPRD di lingkungan sekolah memberikan ruang bagi dunia pendidikan untuk menyampaikan keluhan secara langsung kepada pengambil kebijakan.

Dengan adanya kegiatan reses ini, diharapkan aspirasi dari dunia pendidikan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan daerah ke depan. Usin pun berharap sinergi antara pemerintah, DPRD, sekolah, dan masyarakat dapat terus diperkuat demi menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, berkarakter, dan berkualitas bagi generasi muda Bengkulu.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra