TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Wakil Wali Kota Bengkulu, Ronny PL Tobing, menghadiri kegiatan Penilaian Kinerja Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten/Kota se-Provinsi Bengkulu Tahun 2025 yang berlangsung di Ruang Pola Pemerintah Provinsi Bengkulu, Rabu (27/8). Dalam kesempatan itu, Ronny tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga memberikan pemaparan materi mengenai capaian dan strategi Kota Bengkulu dalam menekan angka stunting.
Acara tersebut diikuti oleh seluruh Wakil Bupati dan Wakil Wali Kota se-Provinsi Bengkulu. Masing-masing kepala daerah menyampaikan hasil kinerja, tantangan, serta langkah inovasi yang telah dijalankan untuk mempercepat penurunan angka stunting di wilayahnya.
Dalam paparannya, Ronny menyebutkan bahwa Kota Bengkulu berhasil menunjukkan penurunan jumlah kasus stunting yang cukup signifikan dalam dua tahun terakhir. Berdasarkan data resmi, jumlah kasus stunting pada tahun 2023 tercatat sebanyak 14.514 kasus. Namun pada tahun 2025 angka tersebut turun menjadi 12.970 kasus, atau mengalami penurunan sekitar 10 persen.
“Meski prevalensi stunting secara persentase sedikit meningkat karena perbedaan metode pengukuran, posisi Kota Bengkulu tetap berada di urutan kedua terendah di Provinsi Bengkulu. Capaian ini menunjukkan komitmen nyata pemerintah kota dalam menekan stunting. Kami terus melakukan perubahan melalui berbagai inovasi dan bertekad menjadi agen percepatan penurunan stunting di tahun 2025,” jelas Ronny.
Ia juga menegaskan pentingnya upaya pencegahan sejak dini melalui edukasi dan pendampingan keluarga. “Langkah ke depan adalah memperkuat program pencegahan. Edukasi kesehatan gizi bagi ibu hamil, pendampingan anak balita, serta penguatan pola asuh keluarga menjadi fokus utama. Harapan kami, anak-anak Kota Bengkulu dapat tumbuh sehat, kuat, cerdas, dan memiliki masa depan yang cerah,” tandasnya.
Kegiatan penilaian kinerja ini sendiri merupakan bagian dari evaluasi pemerintah pusat terhadap daerah dalam melaksanakan aksi konvergensi percepatan penurunan stunting. Pemerintah Kota Bengkulu dalam forum ini memaparkan data capaian, inovasi, serta strategi yang telah dijalankan. Beberapa program yang menjadi unggulan di antaranya ialah perbaikan gizi masyarakat, peningkatan kualitas layanan kesehatan ibu dan anak, serta kampanye edukasi pola asuh keluarga berbasis masyarakat.
Selain itu, Pemkot Bengkulu juga terus menggalakkan kolaborasi lintas sektor, baik dengan pemerintah provinsi, kabupaten/kota lain, hingga organisasi masyarakat dan dunia usaha. Menurut Ronny, percepatan penurunan stunting tidak mungkin dilakukan hanya oleh satu pihak, melainkan perlu sinergi bersama.
“Atas nama Pemerintah Kota Bengkulu, saya menegaskan komitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah provinsi, kabupaten/kota, tenaga kesehatan, serta seluruh pemangku kepentingan lainnya. Hanya dengan kebersamaan, target penurunan stunting bisa tercapai, sehingga masyarakat Bengkulu semakin sehat dan sejahtera,” tutupnya.
Melalui pertemuan ini, diharapkan seluruh pemerintah daerah di Provinsi Bengkulu semakin terpacu untuk meningkatkan kinerjanya. Dengan kerja sama yang solid, target nasional penurunan stunting dapat tercapai sesuai dengan harapan bersama.
Pewarta : AMG
Editing : Adi Saputra