Skip to main content

Wakil Walikota Bengkulu Gelar Rapat Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting

Wakil Walikota Bengkulu, Ronny PL Tobing, memimpin rapat koordinasi bersama Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Bengkulu di rumah dinasnya, Sabtu (9/8).

TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>>  Wakil Walikota Bengkulu, Ronny PL Tobing, memimpin rapat koordinasi bersama Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Bengkulu di rumah dinasnya, Sabtu (9/8).

Kegiatan ini dihadiri sejumlah pejabat dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, perwakilan TPPS, serta unsur pendukung lainnya.Rapat tersebut bertujuan memperkuat komitmen bersama dan menyamakan langkah strategis dalam menekan angka stunting di Kota Bengkulu. Stunting, yang merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, masih menjadi tantangan serius bagi daerah ini. Pemerintah daerah menilai, upaya penurunan stunting tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus melibatkan seluruh sektor terkait.

Dalam arahannya, Ronny PL Tobing menegaskan bahwa percepatan penurunan stunting membutuhkan sinergi lintas sektor. Ia menyebutkan bahwa penanganan tidak hanya menyasar aspek kesehatan, tetapi juga menyentuh faktor pendukung lain seperti pendidikan, sanitasi, penyediaan air bersih, hingga peningkatan kesejahteraan keluarga.

“Stunting bukan hanya persoalan gizi, tapi juga tentang pola asuh, kebersihan lingkungan, dan akses terhadap layanan dasar. Untuk itu, setiap OPD memiliki peran yang saling melengkapi. Melalui koordinasi ini, kita satukan visi dan langkah agar target penurunan stunting dapat tercapai,” ujar Ronny.

Ia juga meminta setiap OPD untuk mengoptimalkan program kerja yang sudah ada dengan memasukkan aspek penanggulangan stunting di dalamnya. Misalnya, Dinas Kesehatan fokus pada pemeriksaan dan pemantauan tumbuh kembang anak, Dinas Pendidikan pada edukasi gizi di sekolah, dan Dinas PUPR memastikan ketersediaan sarana air bersih serta sanitasi layak.Selain itu, Ronny menekankan pentingnya peran aktif masyarakat.

Menurutnya, program pemerintah akan berjalan maksimal jika mendapat dukungan penuh dari warga. Edukasi kepada orang tua, terutama ibu hamil dan menyusui, menjadi salah satu kunci utama pencegahan stunting sejak dini.Kepala TPPS Kota Bengkulu yang turut hadir dalam rapat itu memaparkan data terkini angka stunting di wilayah tersebut.

Meskipun telah terjadi penurunan dalam dua tahun terakhir, angka prevalensi masih memerlukan kerja keras agar dapat mencapai target nasional yang ditetapkan pemerintah pusat.Pertemuan ini menghasilkan beberapa kesepakatan strategis, di antaranya memperkuat posyandu sebagai garda terdepan pemantauan gizi anak, memperluas cakupan edukasi gizi berbasis keluarga, serta meningkatkan koordinasi antar-OPD dalam pelaksanaan program terpadu.Ronny optimistis, dengan kerja sama yang solid dan aksi nyata di lapangan, Kota Bengkulu mampu menekan angka stunting secara signifikan. “Kita ingin generasi Bengkulu tumbuh sehat, cerdas, dan berdaya saing.

Penurunan stunting adalah investasi jangka panjang bagi masa depan daerah,” pungkasnya.Rapat koordinasi ini menjadi bukti bahwa Pemerintah Kota Bengkulu berkomitmen penuh dalam menciptakan generasi bebas stunting melalui sinergi berkelanjutan antara pemerintah, masyarakat, dan semua pemangku kepentingan.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra