TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>>> Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, secara resmi membuka kegiatan *Kajian Teknis Pelaksanaan Pemilu dan Pemilihan Serentak Tahun 2024* terkait sistem pemilu dan penataan daerah pemilihan (dapil) tingkat Kota Bengkulu. Acara tersebut digelar di Balai Kota Merah Putih, Kelurahan Pekan Sabtu, Kecamatan Selebar, pada Selasa (26/8/2025).
Dalam sambutannya, Dedy menekankan pentingnya kajian teknis ini sebagai sarana evaluasi terhadap pelaksanaan pemilu sebelumnya sekaligus wadah menyusun rekomendasi perbaikan untuk pemilu mendatang. Menurutnya, hasil diskusi dan kajian yang dilakukan tidak hanya sekadar catatan, tetapi harus mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan penyelenggaraan demokrasi di daerah.
“Harapan saya, kajian ini bisa melahirkan rekomendasi yang jelas dan bermanfaat, baik berupa saran maupun masukan konstruktif. Tujuannya agar pemilu ke depan lebih berkualitas, profesional, serta memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” ujar Dedy.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada penyelenggara pemilu di Kota Bengkulu yang dinilainya telah bekerja secara profesional dalam Pemilu 2024 lalu. Kendati demikian, Dedy mengakui bahwa masih terdapat sejumlah kelemahan yang perlu diperbaiki, terutama dalam aspek teknis dan manajerial.
“Kita patut bersyukur karena Pemilu 2024 kemarin bisa berjalan dengan aman dan lancar. Namun saya juga berharap, kekurangan yang terjadi bisa menjadi bahan evaluasi. Yang terpenting, pemilu di masa mendatang harus berlangsung secara jujur, adil, dan objektif, sehingga benar-benar mencerminkan aspirasi rakyat,” tambahnya.
Kegiatan kajian teknis ini turut menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari perwakilan KPU, Bawaslu, pemerintah daerah, hingga tokoh masyarakat dan akademisi. Forum ini menjadi ajang untuk membedah secara mendalam persoalan teknis penyelenggaraan pemilu, seperti pembagian dapil, sistem rekapitulasi suara, hingga pengawasan di lapangan.
Menurut panitia penyelenggara, kajian semacam ini sangat strategis karena dapat menjembatani komunikasi antara pemerintah daerah dan penyelenggara pemilu. Dengan demikian, berbagai persoalan yang muncul dalam pemilu sebelumnya bisa dicarikan solusi bersama.
Salah satu isu yang menjadi perhatian dalam forum ini adalah penataan daerah pemilihan di Kota Bengkulu. Pembagian dapil dianggap krusial karena berpengaruh langsung terhadap keterwakilan masyarakat di lembaga legislatif. Melalui kajian ini, diharapkan muncul gagasan baru yang lebih adil, proporsional, dan sesuai dengan prinsip demokrasi.
Selain itu, forum juga menyoroti pentingnya peningkatan partisipasi pemilih. Meski angka partisipasi masyarakat pada pemilu lalu cukup baik, tetapi pemerintah kota berharap tren tersebut terus meningkat. Edukasi politik bagi pemilih muda, pemanfaatan teknologi informasi, serta perbaikan manajemen logistik pemilu disebut sebagai beberapa strategi yang bisa ditempuh.
Dedy menutup sambutannya dengan menegaskan komitmen Pemerintah Kota Bengkulu untuk terus mendukung setiap upaya yang mengarah pada perbaikan kualitas demokrasi. “Pemilu bukan hanya sekadar ajang politik, tetapi juga bagian dari pendidikan demokrasi bagi masyarakat. Oleh karena itu, mari kita sama-sama menjaga agar proses ini berjalan dengan baik dan berintegritas,” katanya.
Dengan adanya kajian teknis ini, Pemerintah Kota Bengkulu berharap pemilu mendatang dapat dilaksanakan secara lebih transparan, partisipatif, dan berkeadilan. Hasil dari forum ini akan dirumuskan dalam bentuk rekomendasi yang nantinya disampaikan kepada penyelenggara pemilu sebagai bahan evaluasi sekaligus dasar perbaikan.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra