Skip to main content

Wali Kota Bengkulu Dorong OPD dan Sekolah Tingkatkan Inovasi untuk Didaftarkan HAKI

Wali Kota Bengkulu Dorong OPD dan Sekolah Tingkatkan Inovasi untuk Didaftarkan HAKI

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>   Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) Kota Bengkulu Tahun 2025 yang berlangsung di Aula Hidayah I, Kantor Wali Kota Bengkulu, Kelurahan Bentiring, Kamis (14/8/2025).

Kegiatan ini dihadiri jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, lurah, kepala puskesmas, dan perwakilan sekolah di Kota Bengkulu. Dalam arahannya, Dedy menekankan pentingnya setiap instansi di lingkungan Pemerintah Kota Bengkulu untuk terus berinovasi, mendokumentasikan ide-ide baru, serta mendaftarkannya ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) agar mendapat perlindungan hukum.

Menurut Dedy, banyak inovasi daerah yang sudah dihasilkan di Kota Bengkulu, namun belum semua tercatat secara resmi dalam sistem HAKI. Padahal, pencatatan ini tidak hanya memberikan perlindungan terhadap karya atau gagasan, tetapi juga membuka peluang bagi daerah untuk bersaing di tingkat nasional, salah satunya melalui kompetisi Innovative Government Award (IGA)

“Kami minta bapak-ibu semua terus berinovasi. Coba gali lagi ide-ide baru. Saya senang kalau OPD punya banyak ide, jangan sampai buntu. Setiap gagasan yang kita hasilkan harus terdokumentasi dan, kalau memungkinkan, diikutkan dalam lomba IGA mendatang,” tegas Dedy.

Banyak Inovasi Sudah Lahir di Bengkulu

Dedy memaparkan bahwa Kota Bengkulu sejatinya telah memiliki deretan inovasi yang patut dibanggakan. Salah satunya program Four in One dan Gempala (Gerakan Menanam Sepuluh Ribu Pohon Kelapa) yang menjadi perhatian publik. Menurutnya, program-program seperti ini harus segera dicatatkan sebagai kekayaan intelektual agar memiliki nilai hukum dan pengakuan resmi.

Selain itu, Dedy juga menyebut beberapa inovasi lain yang telah berjalan, antara lain Six in One, Kebek Palak yang merupakan ciri khas pelayanan, Puskesmas Buka 24 Jam, program SEHATI JKN untuk jaminan kesehatan masyarakat, serta sejumlah terobosan pelayanan publik lainnya.

Walau sudah banyak inovasi tercipta, Dedy menilai potensi kreativitas di Kota Bengkulu masih sangat besar. Karena itu, ia meminta setiap OPD, lurah, camat, kepala puskesmas, dan sekolah untuk tidak cepat puas, melainkan terus mencari terobosan baru yang bermanfaat bagi masyarakat.

Mendorong Budaya Inovatif di Lingkungan Pemerintahan

Dedy menjelaskan, inovasi di sektor pemerintahan bukan hanya sebatas program atau layanan baru, tetapi juga mencakup cara kerja yang lebih efisien, sistem pelayanan yang lebih ramah, hingga pengelolaan potensi daerah secara kreatif.

Ia mencontohkan, pengembangan aplikasi layanan publik berbasis digital yang memudahkan warga mengurus administrasi dari rumah, program pemberdayaan UMKM dengan pendekatan kreatif, atau pengelolaan wisata lokal yang dikemas secara modern. Semua ide tersebut, jika dikelola dengan baik dan dicatatkan di HAKI, akan menjadi aset berharga bagi daerah.

“Kalau kita punya ide, jangan hanya berhenti di wacana. Buat programnya, jalankan, lalu daftarkan ke HAKI. Itu akan menjadi identitas dan kebanggaan Kota Bengkulu,” ujarnya.

Harapan untuk Ajang IGA dan Pengakuan Nasional

Selain perlindungan hukum, pendaftaran HAKI juga menjadi salah satu syarat penting untuk mengikuti Innovative Government Award yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri setiap tahunnya. Dedy menargetkan agar Kota Bengkulu dapat menorehkan prestasi lebih tinggi di ajang tersebut.

“Kita ingin inovasi dari Kota Bengkulu dikenal secara nasional bahkan internasional. Jadi, ayo kita pacu semangat kreatif ini bersama-sama,” kata Dedy.

Rakor ini juga membahas mekanisme pendaftaran HAKI, mulai dari proses pengajuan, persyaratan, hingga strategi mempersiapkan dokumen inovasi. Pihak Pemkot Bengkulu berencana membentuk tim khusus untuk membantu OPD, sekolah, dan puskesmas dalam proses pencatatan kekayaan intelektual.

Dengan dorongan dan arahan ini, diharapkan Kota Bengkulu tidak hanya menjadi daerah yang kaya ide, tetapi juga mampu melindungi dan memanfaatkan setiap inovasinya untuk kemajuan masyarakat.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra