Skip to main content

Wali Kota Bengkulu Dorong OPD Gencarkan Inovasi demi Pelayanan Publik yang Lebih Baik

Wali Kota Bengkulu Dorong OPD Gencarkan Inovasi demi Pelayanan Publik yang Lebih Baik

TEROPONGPUBLIK.CO.ID - Pemerintah Kota Bengkulu terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan pelayanan publik yang inovatif dan efisien. Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, kembali menegaskan pentingnya peran inovasi dalam meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat. Dalam acara sosialisasi inovasi daerah yang digelar di ruang Hidayah I, kantor Wali Kota Bengkulu, Dedy mengajak seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), khususnya di tingkat kecamatan dan kelurahan, untuk menghadirkan terobosan baru yang bermanfaat.

“Inovasi bukan hanya sebuah program, tetapi merupakan alat untuk memudahkan pelayanan kepada masyarakat. Oleh karena itu, setiap OPD harus aktif menggali ide, berdiskusi, dan menciptakan solusi yang relevan dengan kebutuhan warga,” ujar Dedy dalam sambutannya.

Ia menambahkan bahwa Kota Bengkulu pernah menjadi yang terbaik dalam hal inovasi daerah pada masa pandemi Covid-19, khususnya di bidang transportasi. Keberhasilan tersebut bahkan membuahkan insentif sebesar Rp3 miliar dari pemerintah pusat. Hal ini membuktikan bahwa Kota Bengkulu memiliki potensi besar untuk kembali menorehkan prestasi serupa.

Salah satu contoh nyata inovasi yang diapresiasi adalah aplikasi SIPAKBRO (Sistem Informasi Pelayanan Administrasi Kelurahan Malabro). Melalui aplikasi ini, warga Kelurahan Malabro tak perlu lagi mengantre di kantor lurah untuk mengurus dokumen administrasi, karena layanan kini bisa diakses secara daring.

Tak hanya itu, Dedy juga mengapresiasi inisiatif dari SMP Negeri 21 Bengkulu yang melahirkan inovasi pendidikan yang kini telah diadopsi oleh sejumlah sekolah lain. Menurutnya, inovasi yang baik tidak hanya menyelesaikan masalah, tetapi juga memberi nilai tambah dan memperluas dampaknya.

Dalam kesempatan tersebut, Dedy memberikan tugas khusus kepada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) untuk mengembangkan sistem aplikasi baru yang mampu mengintegrasikan seluruh inovasi dari masing-masing OPD, serupa dengan platform Sipadek. Ia juga menekankan pentingnya inovasi yang tak hanya berbasis digital, namun juga merambah aspek-aspek lain sesuai arahan pemerintah pusat.

Kepala Bappeda Kota Bengkulu, Medy Pebriansyah, menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi ini menjadi langkah awal untuk menjaring ide-ide inovatif dari OPD dalam rangka menyambut ajang Innovative Government Award (IGA) 2025. “Kami ingin kembali mengingatkan pentingnya partisipasi OPD dalam menciptakan inovasi. Kota Bengkulu selalu masuk dalam 10 besar kota terinovatif nasional,” jelas Medy.

Ia memaparkan bahwa dari tahun ke tahun, jumlah inovasi di Kota Bengkulu terus meningkat. Pada 2021 tercatat 88 inovasi, naik menjadi 202 pada 2022, lalu 218 pada 2023, dan mencapai 275 inovasi pada 2024. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa semangat berinovasi terus tumbuh di lingkungan Pemerintah Kota Bengkulu.

Dengan kolaborasi dan semangat yang terus ditumbuhkan, Pemerintah Kota Bengkulu optimistis dapat mempertahankan predikat sebagai salah satu kota paling inovatif di Indonesia.
Pewarta: Amg 
Editing: Adi Saputra