TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, menjadi salah satu narasumber utama dalam talkshow yang diselenggarakan TVRI Bengkulu, Selasa (12/8/2025). Acara ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan *Pekan QRIS Nasional 2025* yang mengusung tema *“Implementasi QRIS di Lingkungan Pemerintah Kota Bengkulu sebagai Bagian dari Pengembangan ETPD di Provinsi Bengkulu.”*
Selain Dedy Wahyudi, talkshow tersebut juga menghadirkan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, dan Pelaksana Tugas Direktur Utama Bank Bengkulu, Iswahyudi. Kehadiran para pemangku kepentingan ini mencerminkan komitmen bersama untuk mempercepat penerapan sistem pembayaran digital di sektor pemerintahan dan pelayanan publik.
Dalam kesempatan itu, Dedy Wahyudi menegaskan bahwa Pemerintah Kota Bengkulu telah mengambil langkah serius untuk mengintegrasikan *Quick Response Code Indonesian Standard* (QRIS) dalam berbagai transaksi, baik di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) maupun layanan publik yang berhubungan langsung dengan masyarakat. Menurutnya, digitalisasi pembayaran bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan mendesak demi mewujudkan pengelolaan keuangan yang efisien, transparan, dan akuntabel.
“Kita ingin setiap rupiah yang masuk ke kas daerah dapat tercatat dengan baik, transparan, dan mudah diawasi. QRIS memberikan kemudahan itu, sekaligus meminimalkan potensi kebocoran atau penyalahgunaan,” ujar Dedy.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, dalam paparannya menjelaskan bahwa penerapan QRIS di lingkungan pemerintah daerah sejalan dengan program *Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah* (ETPD). Program ini bertujuan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), memperluas inklusi keuangan, dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
“ETPD ini bukan hanya tentang mempermudah pembayaran pajak atau retribusi, tapi juga mendukung ekosistem ekonomi digital di daerah. Dengan QRIS, masyarakat bisa membayar dengan cepat, mudah, dan aman, tanpa harus membawa uang tunai,” jelas Wahyu.
Sementara itu, Plt. Direktur Utama Bank Bengkulu, Iswahyudi, menambahkan bahwa pihaknya siap berkolaborasi dengan Pemkot Bengkulu dan Bank Indonesia untuk menyediakan infrastruktur pendukung, termasuk layanan perbankan digital yang terintegrasi dengan QRIS. “Bank Bengkulu akan memastikan semua perangkat, sistem, dan layanan siap mendukung penerapan pembayaran digital ini,” katanya.
Talkshow yang disiarkan langsung TVRI Bengkulu ini juga menjadi ajang edukasi publik tentang manfaat penggunaan QRIS, baik untuk masyarakat umum maupun pelaku usaha. Diharapkan, melalui sinergi antara pemerintah daerah, perbankan, dan Bank Indonesia, target percepatan transaksi nontunai dapat tercapai lebih cepat.
Dengan adanya penerapan QRIS di lingkungan Pemkot Bengkulu, diharapkan bukan hanya meningkatkan kualitas layanan publik, tetapi juga menjadi contoh bagi daerah lain di Provinsi Bengkulu dalam mengoptimalkan teknologi untuk kemajuan ekonomi dan tata kelola pemerintahan yang lebih modern.
Pewarta : AMG
Editing : Adi Saputra