Skip to main content

Walikota Bengkulu Targetkan SPIP Level 4 di Tahun 2025

Walikota Bengkulu Targetkan SPIP Level 4 di Tahun 2025

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>  Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi, menyatakan optimisme bahwa tingkat penilaian maturitas penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) di lingkungan Pemerintah Kota Bengkulu mampu menembus level 4 dengan skor maksimal 4,0 pada tahun 2025.

Pernyataan itu disampaikannya saat membuka kegiatan Penilaian Mandiri Maturitas SPIP Terintegrasi Tahun 2025 lingkup Pemkot Bengkulu di Aula Perwakilan BPKP Provinsi Bengkulu, Selasa (12/8/2025). Acara ini dihadiri oleh Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Bengkulu, Sugimulyo, serta jajaran aparatur sipil negara (ASN) Pemkot Bengkulu.

“Kita berharap SPIP Kota Bengkulu bisa naik ke level 4. Kuncinya, seluruh peserta yang hadir memahami dengan baik substansi dan tujuan SPIP. Itu indikator keberhasilan. Bahkan ini akan menjadi kebanggaan bagi Kepala Perwakilan BPKP Bengkulu, Pak Sugimulyo, karena ketika beliau memberikan pembekalan kepada aparatur kota, beberapa bulan kemudian SPIP kita langsung melesat ke level empat,” ujar Dedy.

Menurutnya, penilaian ini tidak boleh hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi harus diikuti dengan tindak lanjut nyata. Ia menekankan bahwa SPIP harus menjadi panduan kerja untuk memastikan setiap program dan visi-misi pemerintah kota dapat berjalan secara efektif dan terukur.

“SPIP ini pada dasarnya mengukur sejauh mana aparatur memahami dan berkomitmen menjalankan program sesuai visi-misi walikota. Misi saya adalah membuat warga Kota Bengkulu bahagia, religius, dan kotanya maju. Semua itu akan dituangkan ke dalam program kerja, lalu kita nilai tingkat keberhasilannya,” tegasnya.

Sebagai contoh, Dedy menyinggung program penanganan banjir. Menurutnya, pembangunan drainase bukanlah tujuan utama, melainkan dampak yang dirasakan masyarakat dari pembangunan tersebut.

“Kalau bicara banjir, fokusnya bukan hanya membangun drainase. Kita harus melihat seberapa besar manfaatnya bagi warga. Apakah genangan air berkurang? Apakah aktivitas masyarakat menjadi lancar? Itu yang penting,” jelasnya.

Dedy juga menyoroti sektor pariwisata yang menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah. Ia menegaskan bahwa tujuan utama adalah menarik sebanyak mungkin wisatawan ke Bengkulu, namun di sisi lain harus ada kontribusi nyata yang dirasakan daerah.

“Pariwisata itu bukan hanya soal ramai-ramai datang, tapi bagaimana kunjungan itu memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal dan kesejahteraan warga. Itu yang harus kita jaga,” tambahnya.

Walikota pun menyampaikan apresiasi kepada BPKP yang terus mendampingi Pemkot Bengkulu dalam meningkatkan kualitas pengendalian intern. Ia mengakui, dukungan tersebut sangat membantu mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih transparan dan akuntabel.

“Alhamdulillah, BPKP selalu memberikan bantuan dan pembinaan. Saya ucapkan terima kasih, semoga kerja sama ini semakin menguat,” katanya didampingi Inspektur Kota Bengkulu, Eka Rika Rino.

Di akhir sambutannya, Dedy kembali menegaskan agar kegiatan penilaian ini menghasilkan sesuatu yang konkret, bukan sekadar memenuhi kewajiban administrasi.

“Jangan sampai ini hanya formalitas. Semua kerja kita harus nyata, ada timeline yang jelas, dan bisa dievaluasi. Kalau tidak ada batas waktu, pekerjaan bisa molor dan tujuan tidak tercapai,” tegasnya.

Sebagai informasi, SPIP merupakan sistem yang dirancang untuk memastikan seluruh kegiatan pemerintah, mulai dari perencanaan hingga pencapaian, berjalan sesuai aturan dan tujuan yang telah ditetapkan. Dengan SPIP terintegrasi, setiap perangkat daerah diharapkan mampu menjalankan pengendalian intern secara konsisten sehingga risiko penyimpangan dapat diminimalkan.

Penilaian mandiri maturitas SPIP sendiri merupakan implementasi dari Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. Tujuannya adalah agar pemerintah daerah memiliki tingkat kematangan pengendalian yang baik, sehingga mampu mendukung pencapaian target pembangunan secara efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.

Dengan target ambisius mencapai level 4 di tahun 2025, Pemerintah Kota Bengkulu berharap dapat memperkuat kepercayaan publik, meningkatkan kinerja birokrasi, serta memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh masyarakat.

Pewarta : AMG

Editing : Adi Saputra