Skip to main content

Wamen Transmigrasi Apresiasi Rumah Sakit Lagita

Wamen Transmigrasi Apresiasi Rumah Sakit Lagita

TEROPONGPUBLIK.CO.ID<<<>>>  Kawasan Terpadu Mandiri (KTM) Lais, Giri Makmur, dan Ketahun (Lagita) di Kabupaten Bengkulu Utara semakin menunjukkan kemandirian dan perkembangan pesatnya. Salah satu capaian yang patut dibanggakan adalah berdirinya Rumah Sakit Lagita di Desa Giri Mulya dan Giri Kencana, yang kini menjadi pusat pelayanan kesehatan modern bagi warga transmigran dan masyarakat sekitar.

Rumah sakit berkapasitas 50 tempat tidur dengan dukungan delapan dokter spesialis ini mendapat apresiasi langsung dari Wakil Menteri Transmigrasi Republik Indonesia, Viva Yoga Mulyadi, saat melakukan kunjungan kerja pada Selasa (9/9). Dalam kunjungannya, ia menegaskan bahwa pembangunan rumah sakit tersebut mencerminkan keberhasilan nyata program transmigrasi di Bengkulu.

“Ini luar biasa. Kawasan transmigrasi di Bengkulu kini mampu menghadirkan rumah sakit sendiri. Hal ini membuktikan bahwa transmigrasi bukan hanya berhasil, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Viva Yoga.

Menurutnya, transmigrasi tidak bisa lagi dipandang sebatas pemindahan penduduk dari daerah padat ke wilayah baru. Lebih dari itu, program ini telah berkembang menjadi penggerak ekonomi daerah. Ia mencontohkan, banyak kawasan transmigrasi yang kini berubah menjadi sentra produksi pangan. Bengkulu Utara sendiri, kata dia, telah dikenal luas sebagai salah satu lumbung beras di wilayah Sumatra.

Viva juga menyoroti dua kawasan transmigrasi yang mendapat perhatian khusus pemerintah pusat, yakni Pulau Enggano dan kawasan Lagita di Kecamatan Ketahun. Untuk mendukung penguatan infrastruktur di dua lokasi tersebut, Kementerian Transmigrasi menyalurkan dana sebesar Rp5,5 miliar. Bantuan itu diharapkan mampu mempercepat pembangunan sarana dasar sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat transmigran.

Sementara itu, Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, yang turut mendampingi kunjungan Wamen Transmigrasi, menyampaikan rasa bangga sekaligus terima kasih. Menurutnya, keberadaan Rumah Sakit Lagita merupakan bukti nyata keberhasilan program transmigrasi di Provinsi Bengkulu.

“Ini kebanggaan besar bagi masyarakat, khususnya warga transmigrasi. Pemerintah provinsi juga akan menyiapkan ambulans gratis agar warga desa transmigrasi lebih mudah mengakses layanan kesehatan,” ungkap Helmi.

Selain meningkatkan pelayanan kesehatan, Pemprov Bengkulu juga berkomitmen membenahi infrastruktur penunjang, terutama jalan menuju kawasan transmigrasi. Helmi menekankan bahwa ketersediaan jalan yang baik akan berdampak besar pada kelancaran aktivitas ekonomi maupun akses pelayanan publik.

“Tahun ini, pemerintah provinsi sudah menganggarkan pembangunan jalan di Kabupaten Bengkulu Utara senilai Rp44 miliar. Pada tahun-tahun berikutnya, anggaran akan terus ditambah hingga seluruh jalan benar-benar dalam kondisi baik,” jelasnya.

Keberadaan Rumah Sakit Lagita dipandang sebagai momentum penting dalam mewujudkan kemandirian kawasan transmigrasi. Selain menjadi pusat layanan kesehatan, rumah sakit ini juga diharapkan mendorong kehadiran berbagai layanan lain yang memperkuat kualitas hidup masyarakat. Dengan dukungan pemerintah pusat maupun daerah, kawasan Lagita diyakini dapat tumbuh menjadi kawasan transmigrasi percontohan yang tidak hanya mandiri secara ekonomi, tetapi juga unggul dalam pelayanan publik.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra