Skip to main content

Wamen Transmigrasi dan Gubernur Bengkulu Sambut Ekspedisi Patriot 2025 di Bengkulu Utara

Wamen Transmigrasi dan Gubernur Bengkulu Sambut Ekspedisi Patriot 2025 di Bengkulu Utara

TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>>  Suasana penuh keakraban mewarnai kunjungan Wakil Menteri (Wamen) Transmigrasi Republik Indonesia, Viva Yoga Mulyadi, ke Kabupaten Bengkulu Utara, Rabu (10/9). Didampingi Gubernur Bengkulu Helmi Hasan dan Wakil Gubernur Mian, Wamen terlihat duduk lesehan di Sekretariat Ekspedisi Patriot yang berlokasi di Desa Giri Kencana, Kecamatan Ketahun.

Rombongan disambut hangat masyarakat setempat dengan suguhan khas pedesaan. Di antara hidangan yang tersaji, tampak keripik singkong, pisang salai, hingga mi instan yang akrab disebut sebagai “makanan mahasiswa”. Kesederhanaan ini justru mempererat suasana kebersamaan antara pejabat pusat, pemerintah daerah, dan warga.

Ekspedisi Patriot 2025 merupakan program strategis Kementerian Transmigrasi yang menghadirkan sekitar 2.000 mahasiswa serta ratusan dosen pembimbing dari tujuh perguruan tinggi ternama di Indonesia. Beberapa kampus yang terlibat antara lain Universitas Padjadjaran, Universitas Diponegoro, Universitas Brawijaya, Universitas Gadjah Mada, Institut Pertanian Bogor (IPB), dan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Tujuan utama ekspedisi ini adalah memperkuat pembangunan kawasan transmigrasi secara berkelanjutan dengan pendekatan akademis dan berbasis riset lapangan. Para mahasiswa tidak hanya melakukan penelitian, tetapi juga memberikan rekomendasi kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat transmigran.

Salah satu perwakilan tim, Ahmad Zaini Mifta dari Universitas Padjadjaran, menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat dari Pemerintah Provinsi Bengkulu dan Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara. Menurutnya, ekspedisi ini menjadi wadah nyata bagi mahasiswa untuk berkontribusi pada pembangunan daerah.

“Kami tidak sekadar hadir untuk penelitian. Lebih dari itu, kami membawa pendekatan evidence solution agar rekomendasi yang lahir benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan. Di Bengkulu Utara, tim akan bekerja di 56 desa selama empat bulan, dengan fokus pada pemetaan potensi ekonomi masyarakat transmigran,” ungkapnya.

Wamen Transmigrasi, Viva Yoga Mulyadi, menilai keterlibatan mahasiswa dalam program ini sangat penting. Kehadiran mereka dianggap sebagai energi baru yang dapat memperkuat kemandirian kawasan transmigrasi.

“Transmigrasi bukan hanya memindahkan penduduk dari satu wilayah ke wilayah lain, melainkan membangun pusat pertumbuhan baru. Mahasiswa yang hadir dengan riset, ide segar, serta semangat muda akan mempercepat terciptanya kemandirian dan kemajuan di kawasan transmigrasi,” tegas Viva Yoga.

Sementara itu, Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, menyampaikan harapan besar terhadap kegiatan tersebut. Ia menekankan agar ekspedisi ini tidak hanya menjadi pengalaman akademis bagi mahasiswa, tetapi juga menghasilkan manfaat yang langsung dirasakan masyarakat.

“Kami berharap ekspedisi ini mampu menghadirkan solusi nyata. Bukan hanya teori, tetapi program-program yang bisa diimplementasikan secara langsung oleh warga transmigran,” ujarnya.

Dengan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, akademisi, dan masyarakat, ekspedisi ini diharapkan menjadi langkah maju dalam mengembangkan kawasan transmigrasi di Bengkulu Utara. Lebih dari itu, kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa pembangunan dapat berjalan seiring dengan proses pendidikan dan riset, sehingga menghasilkan manfaat ganda bagi mahasiswa maupun warga setempat.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra