TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bengkulu mencatat perkembangan inflasi yang terjadi sepanjang Desember 2025 menunjukkan tren kenaikan harga secara tahunan dan bulanan. Berdasarkan data resmi, inflasi year on year (y-on-y) Kota Bengkulu tercatat sebesar 2,43 persen. Sementara itu, inflasi month to month (m-to-m) berada di angka 0,44 persen dan inflasi year to date (y-to-d) juga sebesar 2,43 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 108,93.
Capaian tersebut disampaikan langsung oleh Kepala BPS Kota Bengkulu, Iin Inayati, dalam kegiatan Press Release Berita Resmi Statistik (BRS) Desember 2025 yang digelar di Kantor BPS Kota Bengkulu, Senin (5/1/2026). Ia menjelaskan bahwa inflasi tahunan dipengaruhi oleh kenaikan harga pada sebagian besar kelompok pengeluaran masyarakat.
Menurutnya, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar inflasi y-on-y dengan kenaikan indeks harga mencapai 6,70 persen. Selain itu, kelompok pakaian dan alas kaki mengalami kenaikan sebesar 0,95 persen. Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga juga mencatatkan kenaikan sebesar 0,39 persen, diikuti kelompok kesehatan sebesar 1,13 persen serta kelompok transportasi sebesar 1,73 persen.
Kenaikan indeks harga juga terjadi pada kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,11 persen. Sementara itu, kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran naik sebesar 1,04 persen, dan kelompok perawatan pribadi serta jasa lainnya mencatat lonjakan cukup tinggi sebesar 9,52 persen.
Di sisi lain, terdapat beberapa kelompok pengeluaran yang justru mengalami penurunan indeks harga atau deflasi. Kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga mengalami deflasi sebesar 0,45 persen. Kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya mengalami penurunan sebesar 1,92 persen, sedangkan kelompok pendidikan mencatat deflasi terdalam yakni sebesar 8,31 persen.
BPS mencatat bahwa kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi kontributor utama inflasi tahunan dengan andil sebesar 1,93 persen. Sejumlah komoditas yang dominan mendorong inflasi antara lain cabai merah, emas perhiasan, daging ayam ras, Sigaret Kretek Mesin (SKM), serta ikan dencis. Sementara itu, kelompok pendidikan menjadi penyumbang utama deflasi dengan andil sebesar 0,51 persen, yang dipengaruhi oleh penurunan harga komoditas seperti Sekolah Menengah Atas (SMA), tomat, makanan hewan peliharaan, jengkol, dan kentang.
Untuk inflasi bulanan (m-to-m), kelompok makanan, minuman, dan tembakau kembali menjadi faktor utama dengan andil sebesar 0,42 persen. Komoditas yang berperan besar antara lain daging ayam ras, cabai merah, bawang merah, emas perhiasan, dan telur ayam ras. Sementara itu, kelompok pakaian dan alas kaki mengalami deflasi dengan andil sebesar 0,02 persen, dipengaruhi oleh penurunan harga jengkol, celana panjang jeans pria, kentang, popok bayi sekali pakai, serta kemeja pendek katun pria.
Kegiatan rilis Berita Resmi Statistik ini turut dihadiri oleh perwakilan Dinas Kominfo Kota Bengkulu, Bagian Perekonomian Setda Kota Bengkulu, para statistisi BPS Kota Bengkulu, serta insan media massa. BPS berharap data ini dapat menjadi rujukan penting bagi pemerintah daerah dan masyarakat dalam memahami dinamika harga serta menyusun langkah pengendalian inflasi ke depan.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra