Skip to main content

Jalan Rusak TPA Air Sebakul, Sopir Sampah Datangi DPRD Bengkulu

Jalan Rusak TPA Air Sebakul, Sopir Sampah Datangi DPRD Bengkulu

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>  Akses jalan menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Air Sebakul kembali menuai sorotan. Puluhan sopir angkutan sampah Kota Bengkulu mengadukan kondisi tersebut langsung ke DPRD Kota Bengkulu karena dinilai menghambat kelancaran pengangkutan sampah dan berpotensi memicu persoalan lingkungan di permukiman warga.

Sebanyak 28 sopir angkutan sampah mendatangi Kantor DPRD Kota Bengkulu, Jumat (9/11/2026), untuk mengikuti hearing bersama anggota dewan dan perwakilan Pemerintah Kota Bengkulu. Dalam pertemuan itu, para sopir menyuarakan keresahan mereka terhadap kerusakan parah jalan di kawasan TPA Air Sebakul.

Menurut para sopir, kondisi jalan saat ini jauh dari kata layak. Permukaan jalan dipenuhi lubang besar, berlumpur, serta licin, terutama setelah diguyur hujan. Kerusakan tersebut diperparah oleh lalu lintas kendaraan bertonase berat yang setiap hari keluar masuk area TPA.

Akibatnya, armada pengangkut sampah berukuran kecil dengan spesifikasi standar sering mengalami kesulitan saat melintas. Tidak sedikit kendaraan yang terjebak di lumpur hingga memerlukan bantuan untuk bisa keluar. Kondisi itu membuat proses bongkar muat sampah terganggu dan menimbulkan antrean panjang kendaraan.

“Kalau satu mobil terjebak, yang lain ikut tertahan. Akhirnya sampah tidak bisa langsung dibongkar dan pekerjaan kami jadi terhambat,” ungkap salah seorang sopir dalam forum hearing.

Para sopir menilai, jika persoalan akses jalan tidak segera diperbaiki, maka dampaknya akan meluas. Penumpukan sampah di TPA berpotensi menghambat jadwal pengangkutan berikutnya, sehingga sampah di permukiman warga terancam tidak terangkut tepat waktu.

Menanggapi aspirasi tersebut, Anggota DPRD Kota Bengkulu, Irman Sawiran, menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti keluhan para sopir dengan berkoordinasi bersama Pemerintah Kota Bengkulu. Ia menegaskan bahwa persoalan TPA merupakan bagian penting dari pelayanan dasar yang harus mendapat perhatian serius.

“Keluhan ini tidak bisa dianggap sepele. Kalau pengangkutan sampah terganggu, dampaknya langsung dirasakan masyarakat. DPRD akan mendorong Pemkot untuk segera mencari solusi konkret,” kata Irman Sawiran.

Hearing tersebut turut dihadiri Staf Ahli Wali Kota Bengkulu, Kapolsek Muara Bangkahulu AKP M. Taslim, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bengkulu Sahat Situmorang, serta perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bengkulu.

Perwakilan DLH Kota Bengkulu mengakui bahwa kondisi jalan menuju TPA memang mengalami kerusakan cukup serius. Beban kendaraan berat yang beroperasi setiap hari disebut menjadi salah satu faktor utama rusaknya struktur jalan, terutama pada musim hujan yang membuat tanah menjadi labil.

Sementara itu, Kasatpol PP Kota Bengkulu Sahat Situmorang memastikan bahwa penyampaian aspirasi para sopir berlangsung aman dan tertib. Pihaknya mengedepankan pendekatan persuasif agar dialog antara sopir, legislatif, dan eksekutif berjalan lancar tanpa gangguan keamanan.

Hingga berita ini diturunkan, DPRD Kota Bengkulu bersama jajaran eksekutif Pemkot masih membahas langkah-langkah penanganan jangka pendek dan jangka menengah. Opsi yang mengemuka antara lain perbaikan jalan darurat di area TPA serta pengaturan waktu operasional kendaraan agar tidak terjadi penumpukan armada di jalur yang rusak.

Peawarta : Amg

Editing : Adi Saputra