TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>>Kawasan Jembatan Kembar yang menghubungkan Kelurahan Rawa Makmur dan Kelurahan Kampung Kelawi, Kota Bengkulu, kini mulai menunjukkan wajah baru setelah sekian lama dikenal sebagai area kumuh dan sering dijadikan tempat membuang sampah sembarangan. Lokasi yang sebelumnya identik dengan kesan kusam dan tidak terawat itu kini berangsur-angsur berubah menjadi lebih bersih, tertata, dan menarik untuk dipandang.
Perubahan terlihat jelas dari sentuhan warna baru yang menghiasi seluruh sisi jembatan. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bengkulu melakukan pengecatan ulang dengan dominasi warna merah dan putih yang memberi kesan hidup serta mencerminkan semangat baru dalam memperindah ruang publik. Langkah ini merupakan bagian dari tindak lanjut instruksi langsung Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi, yang menginginkan agar area tersebut tidak lagi dipandang sebagai titik kumuh kota.
Walikota Dedy menegaskan bahwa pembenahan kawasan Jembatan Kembar bukan sekadar perbaikan visual, tetapi juga bentuk komitmen pemerintah untuk menghadirkan ruang publik yang aman, bersih, dan bebas dari praktik pembuangan sampah liar. “Nanti kita pasang CCTV juga, kasih penerangan lampu supaya terang di sini. Selain hiasan, lampu ini juga bermanfaat untuk umum. Jadi ini akan jadi kawasan bebas sampah, bukan tempat orang buang sampah,” tegasnya saat meninjau lokasi, Rabu (19/11).
Pengerjaan revitalisasi tidak hanya berhenti pada pengecatan. Pemerintah Kota Bengkulu menyiapkan serangkaian peningkatan fasilitas, khususnya dari segi pencahayaan. Dinas Perhubungan Kota Bengkulu dijadwalkan memasang sistem penerangan modern untuk memperbaiki kesan gelap dan angker di area tersebut pada malam hari. Lampu sorot kuning akan dipasang untuk memberikan penerangan utama, sementara lampu sorot RGB direncanakan sebagai elemen dekoratif untuk mempercantik suasana jembatan di malam hari.
Dengan kombinasi warna cat baru dan sistem pencahayaan tersebut, jembatan yang sebelumnya tidak menarik kini disiapkan menjadi landmark kecil yang memiliki daya tarik visual sekaligus meningkatkan kenyamanan warga yang melintas.
Kepala Dinas PUPR Kota Bengkulu, Noprisman, menyambut baik transformasi ini dan mengajak masyarakat untuk ikut menjaga hasil pembangunan. Ia menekankan bahwa upaya pembenahan tidak akan berarti jika tidak dibarengi kesadaran warga dalam menjaga kebersihan. “Kami berharap masyarakat dapat bersama-sama menjaga keindahan jembatan ini, menjaga fasilitas penerangan yang telah dipasang, serta tidak lagi menodai kawasan ini dengan membuang sampah sembarangan,” ujarnya.
Noprisman juga menegaskan bahwa jembatan ini akan masuk dalam rencana pemeliharaan rutin agar kondisinya tetap terjaga dalam jangka panjang. Ia berharap, upaya tersebut dapat mendorong tumbuhnya rasa memiliki dari masyarakat sekitar.
Revitalisasi Jembatan Kembar diharapkan menjadi contoh perubahan lingkungan yang melibatkan partisipasi semua pihak. Pemerintah Kota Bengkulu menargetkan seluruh tahap pengerjaan selesai dalam waktu dekat, dan area tersebut dapat menjadi ruang publik yang lebih bersih, aman, dan nyaman, sekaligus menghapus stigma negatif yang selama ini melekat.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra