Skip to main content

Kehangatan Bukber “Besamo Manden Lamo”, Wali Kota Bengkulu Ajak Pengamen Duduk dan Makan Bersama Wartawan

Momen unik terjadi dalam buka puasa bersama Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi dan wartawan. Seorang pengamen diajak makan bersama hingga mengiringi lagu Mars Kota Bengkulu.

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>  Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai kegiatan buka puasa bersama antara Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, dengan puluhan jurnalis yang bertugas meliput aktivitas Pemerintah Kota Bengkulu. Acara yang bertajuk “Bukber Besamo Manden Lamo” tersebut berlangsung di Restoran Tanjung Karang, Kelurahan Tanah Patah, Minggu (15/3/2026).

Kegiatan buka puasa ini tidak hanya menjadi ajang menikmati hidangan bersama, tetapi juga menjadi momentum mempererat hubungan silaturahmi antara pemerintah daerah dan insan pers yang selama ini aktif memberitakan berbagai program pembangunan di Kota Bengkulu.

Sekitar 45 wartawan dari berbagai media hadir dalam kegiatan tersebut. Turut mendampingi wali kota dalam acara ini Penjabat Sekretaris Daerah Kota Bengkulu, Medy Pebriansyah, serta Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Bengkulu, Tedy Cahyono.

Di tengah suasana santai menjelang waktu berbuka puasa, sebuah momen tak terduga terjadi. Seorang pengamen yang datang ke restoran untuk menghibur pengunjung justru mendapat perlakuan istimewa dari wali kota.

Alih-alih hanya mendengarkan lagu yang dibawakan, Dedy Wahyudi memanggil pengamen tersebut dan mengajaknya duduk bersama di meja makan. Ia kemudian mempersilakan pengamen itu untuk ikut menikmati hidangan berbuka bersama para wartawan.

Suasana pun langsung terasa lebih akrab. Wali kota berbincang santai dengan pengamen tersebut, menanyakan nama, asal daerah hingga pengalaman hidupnya selama bekerja sebagai pengamen jalanan.

Percakapan sederhana itu membuat suasana makan bersama semakin hangat. Para wartawan yang hadir pun ikut berinteraksi dan bercanda dengan pengamen tersebut.

Keakraban semakin terasa ketika beberapa wartawan meminjam gitar milik pengamen tersebut. Dengan suasana santai, mereka mulai memainkan beberapa lagu sambil bernyanyi bersama.

Petikan gitar sederhana dari pengamen tersebut membuat suasana restoran berubah menjadi lebih meriah. Tawa dan canda pun mengisi momen berbuka puasa yang awalnya berlangsung santai.

Momen tersebut menjadi gambaran kebersamaan tanpa sekat antara pejabat pemerintah, wartawan, dan masyarakat.

Setelah seluruh rangkaian buka puasa selesai, acara dilanjutkan dengan sesi foto bersama di halaman restoran. Namun, kebersamaan belum berakhir di situ.

Sebelum meninggalkan lokasi, Dedy Wahyudi kembali memanggil pengamen tersebut untuk bergabung bersama rombongan wartawan.

Wali kota kemudian memberikan sebuah tantangan sederhana. Ia meminta pengamen itu untuk mengiringi lagu Mars Kota Bengkulu yang akan dinyanyikan oleh para wartawan.

Dedy pun berjanji akan memberikan uang sebagai bentuk apresiasi apabila pengamen tersebut mampu mengiringi lagu tersebut dengan baik.

Tanpa ragu, pengamen itu langsung menyambut tantangan tersebut. Dengan gitar sederhana yang dibawanya, ia mulai memainkan nada pengiring.

Para wartawan bersama wali kota kemudian kompak menyanyikan Mars Kota Bengkulu dengan penuh semangat. Suasana halaman restoran pun seketika berubah menjadi panggung kebersamaan yang dipenuhi keceriaan.

Setelah lagu selesai dinyanyikan, tepuk tangan langsung mengiringi penampilan pengamen tersebut. Wali kota kemudian memberikan uang tip sebagai bentuk apresiasi atas hiburan yang telah diberikan.

Gestur sederhana itu menjadi simbol kepedulian dan kedekatan antara pemimpin daerah dengan masyarakat dari berbagai latar belakang.

Para wartawan yang hadir menilai momen tersebut menjadi salah satu bagian paling berkesan dalam kegiatan buka puasa bersama tahun ini.

Secara keseluruhan, kegiatan “Bukber Besamo Manden Lamo” tidak hanya menjadi acara berbuka puasa bersama, tetapi juga sarana memperkuat hubungan antara Pemerintah Kota Bengkulu dengan insan pers.

Melalui suasana santai dan penuh keakraban, komunikasi antara pemerintah dan media diharapkan semakin baik dalam mendukung penyebaran informasi pembangunan kepada masyarakat.

Cerita sederhana tentang pengamen yang diajak makan bersama hingga ikut meramaikan acara pun menjadi kenangan unik yang sulit dilupakan oleh para peserta yang hadir malam itu.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra