TEROPONGPUBLIK.CO.ID >>><<<< Sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai perlindungan anak dan bahaya narkotika, Kejaksaan Tinggi Bengkulu melaksanakan program Jaksa Masuk Sekolah di SMA Sint Carolus Bengkulu. Acara ini digelar oleh Bidang Intelijen Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Bengkulu, bertujuan memberikan pemahaman mendalam kepada siswa mengenai isu-isu kritis yang memengaruhi masa depan mereka.
Narasumber utama dalam kegiatan ini adalah Ristianti Andriani, S.H., M.H., Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Bengkulu, dan Yuli Herawati, Jaksa Fungsional Kejaksaan Tinggi Bengkulu. Mereka menyampaikan materi secara komprehensif mengenai pentingnya perlindungan anak dari berbagai bentuk kekerasan, eksploitasi, dan penyalahgunaan narkotika.
"Melalui program Jaksa Masuk Sekolah, kami berharap dapat membuka wawasan para siswa tentang perlindungan anak dan bahaya narkotika yang mengintai. Kami percaya bahwa pemahaman yang lebih baik tentang isu-isu ini akan membantu mereka mengambil keputusan yang bijaksana untuk masa depan mereka sendiri dan masyarakat," ujar Ristianti Andriani dalam penyampaiannya.
Yuli Herawati menambahkan, "Kami sangat berkomitmen untuk terus mengedukasi masyarakat, khususnya generasi muda, tentang dampak negatif dari narkotika. Mengingat prevalensi penggunaan narkotika yang masih tinggi di kalangan remaja, upaya pencegahan dan penyuluhan seperti ini sangatlah penting."
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pencegahan yang dijalankan oleh Kejaksaan Tinggi Bengkulu untuk melindungi generasi muda dari ancaman narkotika dan bentuk-bentuk kekerasan lainnya. Diharapkan, dengan edukasi yang tepat, generasi masa depan dapat terhindar dari dampak buruk penyalahgunaan narkotika serta perlindungan anak dapat ditingkatkan secara signifikan.
SMA Sint Carolus Bengkulu, sebagai tuan rumah, menyambut baik kegiatan ini. Kepala Sekolah, Bapak Antonius Widodo, mengapresiasi inisiatif Kejaksaan Tinggi Bengkulu dalam mendekatkan informasi penting ini kepada para siswa. "Kami sangat berterima kasih atas kehadiran Kejaksaan Tinggi Bengkulu. Edukasi semacam ini sangat berharga bagi para siswa kami agar mereka lebih waspada dan terinformasi dengan baik," ungkapnya.
Para siswa pun tampak antusias mengikuti sesi ini. Mereka aktif bertanya dan berdiskusi tentang berbagai isu yang diangkat, mulai dari dampak narkotika terhadap kesehatan hingga langkah-langkah yang dapat mereka ambil untuk melindungi diri dan teman-temannya dari bahaya tersebut.
Program Jaksa Masuk Sekolah ini tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membekali siswa dengan keterampilan praktis dalam mengidentifikasi dan menghindari situasi berisiko. Selain itu, siswa juga diajarkan mengenai hak-hak mereka sebagai anak yang harus dilindungi dari segala bentuk kekerasan dan eksploitasi.
Dengan berakhirnya sesi di SMA Sint Carolus, Kejaksaan Tinggi Bengkulu berencana melanjutkan program ini ke sekolah-sekolah lain di wilayah Bengkulu. Diharapkan, melalui upaya ini, kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya perlindungan anak dan bahaya narkotika dapat semakin meluas, sehingga menciptakan generasi muda yang lebih kuat dan tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan masa depan.
Pewarta : Herdianson
Editing : Adi Saputra