TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1447 Hijriah, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu kembali mengadakan kegiatan ceramah agama yang rutin diselenggarakan sebagai bagian dari pembinaan rohani pegawai. Acara ini berlangsung di Aula Intelligent Kejati Bengkulu dengan tema “Menyambut Tahun Baru Hijriah 1447 H dengan Semangat Berbuat Kebaikan.”
Ceramah tersebut menghadirkan penceramah kondang, Ustad Khairul Ikhwan Nasution, M.Pd., yang menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya menjadikan momentum pergantian tahun Hijriah sebagai refleksi diri. Dalam tausiahnya, Ustad Khairul mengajak seluruh peserta untuk memperkuat iman, memperbaiki akhlak, serta menumbuhkan semangat dalam melakukan amal kebajikan, baik dalam kehidupan pribadi maupun di lingkungan kerja.
“Pergantian tahun hijriah bukan sekadar perubahan angka, tetapi momen penting untuk berhijrah menuju kehidupan yang lebih baik, lebih bermakna, dan lebih berkah. Setiap insan diharapkan dapat menjadikan perubahan tahun sebagai pemicu untuk introspeksi dan perbaikan diri,” ujar Ustad Khairul dalam ceramahnya.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh jajaran pegawai Kejaksaan Tinggi Bengkulu, mulai dari pejabat struktural hingga staf pelaksana. Antusiasme peserta tampak jelas dari keseriusan mereka mengikuti rangkaian acara dan menyimak setiap pesan yang disampaikan.
Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Bengkulu, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa pembinaan rohani menjadi bagian penting dalam membentuk insan Adhyaksa yang tidak hanya cakap secara intelektual dan profesional, tetapi juga memiliki landasan spiritual yang kuat.
“Ceramah agama ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan wujud nyata upaya kami dalam membangun integritas, karakter, dan akhlak mulia para pegawai Kejaksaan Tinggi Bengkulu. Nilai-nilai spiritual yang ditanamkan diharapkan mampu menjadi fondasi dalam menjalankan tugas penegakan hukum secara adil dan berkeadilan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan-kegiatan rohani seperti ini akan terus dilaksanakan secara berkala. Selain menyambut momen-momen penting dalam kalender keagamaan Islam, ceramah dan pembinaan keagamaan juga menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi antarpegawai dan menumbuhkan suasana kerja yang harmonis dan penuh nilai kebersamaan.
Tidak hanya itu, Kejati Bengkulu juga menunjukkan komitmennya untuk menjadi institusi penegak hukum yang berorientasi pada pelayanan publik yang humanis. Dengan memperkuat aspek spiritual, diharapkan para pegawai memiliki ketahanan moral dan etika yang mumpuni dalam menghadapi berbagai tantangan di lapangan.
Ustad Khairul dalam penutup tausiahnya berpesan agar seluruh pegawai menjadikan tahun baru Hijriah sebagai momen hijrah dari segala bentuk keburukan menuju kebaikan. “Semangat berhijrah harus dimulai dari dalam diri sendiri, dengan niat yang tulus, amal yang ikhlas, serta tekad yang kuat untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya,” tutupnya.
Kegiatan ceramah agama ini ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Ustad Khairul. Seluruh peserta tampak khidmat dan penuh harap agar tahun baru Hijriah ini membawa keberkahan, kemajuan, dan ketenangan dalam setiap aspek kehidupan.
Melalui kegiatan ini, Kejaksaan Tinggi Bengkulu menunjukkan bahwa penegakan hukum tidak dapat dipisahkan dari nilai-nilai moral dan spiritual. Dengan semangat tahun baru Islam 1447 H, jajaran Kejati Bengkulu siap mengabdi dan bekerja dengan hati nurani, mengedepankan kejujuran, dan menjunjung tinggi nilai keadilan demi kepentingan masyarakat dan bangsa.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra