TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu, Victor Antonius Saragih Sidabutar, S.H., M.H., secara simbolis menyerahkan donasi pembangunan relokasi Masjid Baiturrahim Kejati Bengkulu kepada Ketua Pembangunan Relokasi Masjid, dalam sebuah kegiatan yang berlangsung penuh khidmat dan kekeluargaan.
Penyerahan donasi ini menjadi bentuk nyata dukungan dari pimpinan Kejati Bengkulu terhadap terwujudnya fasilitas ibadah yang representatif dan layak bagi seluruh jajaran pegawai, serta masyarakat sekitar kantor Kejaksaan Tinggi.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh para Asisten Kejati Bengkulu dan pejabat struktural lainnya. Kehadiran mereka mencerminkan kuatnya sinergi serta komitmen bersama dalam mendukung kegiatan keagamaan di lingkungan institusi penegak hukum tersebut. Para hadirin juga tampak antusias dan menyambut baik langkah pembangunan relokasi masjid ini sebagai wujud peningkatan sarana ibadah yang nyaman dan memadai.
Dalam sambutannya, Kepala Kejati Bengkulu Victor Antonius menegaskan bahwa pembangunan masjid bukan hanya sekadar pembangunan fisik semata, tetapi juga merupakan wujud upaya untuk memperkuat nilai-nilai spiritualitas di lingkungan kerja. “Masjid adalah pusat pembinaan rohani dan juga simbol kebersamaan. Keberadaannya di tengah institusi ini sangat penting untuk menjaga keseimbangan antara tugas profesional dan kebutuhan spiritual pegawai,” ungkapnya.
Ia juga menekankan bahwa partisipasi dalam pembangunan masjid adalah ladang amal jariyah, yang pahalanya akan terus mengalir selama masjid digunakan untuk beribadah dan kegiatan keagamaan. “Donasi yang kita berikan hari ini, sekecil apapun, akan menjadi amal jariyah yang pahalanya tidak terputus. Ini adalah investasi spiritual untuk akhirat,” tambahnya.
Ketua Panitia Pembangunan Relokasi Masjid Baiturrahim menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Kepala Kejati dan seluruh jajaran yang telah berpartisipasi aktif dalam mendukung proyek relokasi masjid tersebut. Ia menyebut bahwa pembangunan ini sudah direncanakan cukup lama, dan kini semakin dekat untuk direalisasikan berkat adanya dukungan penuh dari internal Kejati.
Menurutnya, relokasi masjid menjadi penting karena lokasi sebelumnya sudah tidak lagi memadai, baik dari sisi kapasitas maupun aksesibilitas. Masjid yang baru nantinya dirancang lebih luas, modern, dan dapat menampung lebih banyak jamaah, terutama saat salat berjamaah dan kegiatan keagamaan besar lainnya.
Momentum penyerahan donasi ini juga menjadi pengingat pentingnya menjaga keseimbangan antara kinerja profesional sebagai aparatur negara dengan penguatan nilai-nilai spiritual sebagai pondasi moral. Kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh pegawai untuk turut berkontribusi, baik secara materiil maupun moril, demi kelancaran pembangunan masjid yang menjadi simbol keberkahan di lingkungan kerja.
Dengan adanya pembangunan relokasi Masjid Baiturrahim ini, Kejati Bengkulu menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan kerja yang tidak hanya berorientasi pada penegakan hukum, tetapi juga memperhatikan kebutuhan spiritual dan kesejahteraan rohani seluruh insan Adhyaksa.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra