TEROPONGPUBLIK.CO.ID – Kegagalan menempati posisi lebih baik pada Pekan Olahraga Nasional (PON) sebelumnya menjadi bahan evaluasi serius bagi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Bengkulu. Untuk ajang PON mendatang, organisasi olahraga tersebut memasang sasaran yang jauh lebih tinggi, yakni membawa Bengkulu masuk jajaran 25 besar nasional dengan perolehan sedikitnya enam medali emas.
Target tersebut disampaikan Ketua KONI Provinsi Bengkulu, Teuku Zulkarnain, dalam kegiatan Copy Morning di Kantor KONI Bengkulu, Kamis (27/8/2026).
Menurut Teuku, target enam emas bukan sekadar ambisi organisasi. Sasaran itu menjadi ukuran dari proses pembinaan yang mulai diperkuat sejak sekarang. Pada PON Aceh sebelumnya, Bengkulu hanya mampu berada di peringkat ke-37 dari 38 provinsi dengan raihan enam medali.
Kondisi tersebut, kata dia, harus menjadi pemicu untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh. KONI tidak ingin persiapan atlet hanya berorientasi pada pertandingan, tetapi juga memperhatikan persoalan yang dapat menghambat konsentrasi mereka selama menjalani latihan.
“Targetnya 25 besar. Itu setara dengan lima sampai enam emas. Minimal enam emas,” ujar Teuku.
Kesejahteraan Atlet Jadi Perhatian
Salah satu strategi yang mulai diterapkan KONI Bengkulu adalah memperkuat dukungan terhadap kebutuhan atlet dan pelatih. Atlet yang masuk dalam program pembinaan diberikan honor bulanan, sementara sejumlah atlet yang menghadapi persoalan ekonomi juga dibantu melalui kesempatan bekerja.
Teuku menilai kesejahteraan merupakan bagian penting dari pembinaan prestasi. Atlet tidak seharusnya terbebani persoalan kebutuhan sehari-hari ketika mereka dituntut menjalani latihan secara maksimal.
Ia bahkan meminta para atlet menyerahkan persoalan kebutuhan hidup kepada KONI selama mereka menjalankan kewajiban berlatih dan mengejar prestasi.
“Urusan kebutuhan hidup dan lainnya, itu urusan KONI. Atlet fokus latihan dan memberikan prestasi terbaik untuk PON,” tegasnya.
Langkah tersebut diharapkan membuat atlet memiliki ketenangan sekaligus motivasi lebih kuat untuk mempersiapkan diri menghadapi persaingan tingkat nasional.
Pengurus Diminta Bekerja Tanpa Gaji
Di tengah upaya membangun prestasi olahraga, Teuku mengungkapkan bahwa dirinya sejak awal meminta para pengurus KONI tidak menerima gaji. Kebijakan itu disebut sebagai bentuk komitmen untuk mengutamakan pembiayaan yang berkaitan langsung dengan atlet dan pelatih.
Ia mengibaratkan kondisi KONI saat ini seperti menanam tanaman yang membutuhkan perawatan sebelum menghasilkan panen.
Menurutnya, sejumlah pengurus bahkan rela menggunakan biaya pribadi untuk menjalankan aktivitas organisasi. Mulai dari kebutuhan transportasi hingga berbagai keperluan operasional dilakukan dengan semangat membangun olahraga Bengkulu.
Anggaran Difokuskan untuk Pembinaan
KONI Bengkulu juga menegaskan bahwa anggaran yang tersedia diarahkan untuk kepentingan atlet dan pelatih. Namun, penggunaan dana tetap harus mengikuti mekanisme administrasi serta melalui proses verifikasi pemerintah daerah.
Pencairan anggaran tidak dapat dilakukan secara langsung. Dokumen harus melewati sejumlah tahapan, termasuk pemeriksaan dan verifikasi penggunaan anggaran sebelumnya.
Teuku menyebut proses tersebut diperlukan agar pengelolaan anggaran berjalan tertib dan dapat dipertanggungjawabkan.
Latihan Atlet Dipantau
Untuk memastikan program pembinaan berjalan sesuai target, KONI membentuk tim monitoring. Tim tersebut bertugas memantau aktivitas latihan atlet, termasuk pada akhir pekan.
Kehadiran tim monitoring juga menjadi bentuk evaluasi terhadap kedisiplinan atlet. Dukungan pembiayaan dapat dihentikan apabila atlet tidak menjalankan kewajiban latihan sebagaimana program yang telah ditetapkan.
KONI juga berupaya mempertahankan atlet potensial yang sebelumnya memilih membela daerah lain karena persoalan kesejahteraan.
Teuku mencontohkan atlet biliar asal Bengkulu yang pernah menyumbangkan medali emas untuk Jawa Barat. Ada pula atlet sepatu roda Bengkulu yang memiliki kemampuan meraih prestasi tinggi.
Menurutnya, potensi tersebut harus dijaga melalui pembinaan dan jaminan kesejahteraan yang lebih baik.
Kini KONI Bengkulu berharap perubahan pola pembinaan dapat berbuah pada peningkatan prestasi di PON mendatang. Target enam emas dan posisi 25 besar menjadi tantangan yang harus dijawab melalui kerja keras atlet, pelatih, pengurus, serta dukungan pemerintah daerah.
Bagi KONI, perjuangan menuju podium bukan semata tentang jumlah medali. Lebih jauh, prestasi olahraga diharapkan menjadi bentuk kontribusi atlet sekaligus kebanggaan bagi Provinsi Bengkulu.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra