Skip to main content

Latihan Perdana Kopassus di Danau Dendam Tak Sudah Bengkulu, Aksi Terjun Taktis hingga Free Fall Pukau Ribuan Warga

Latihan perdana Kopassus di Danau Dendam Tak Sudah Bengkulu menampilkan aksi penerjunan taktis dan free fall yang disaksikan ribuan warga serta mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Bengkulu.

TEROPONGPUBLIK.CO.ID – Kawasan wisata Danau Dendam Tak Sudah, Kota Bengkulu, berubah menjadi arena simulasi operasi militer pada Senin (22/6/2026). Suara pesawat, dentuman ledakan, serta rentetan tembakan dalam skenario latihan prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) menghadirkan suasana layaknya medan tempur yang menarik perhatian ribuan masyarakat.

Latihan tersebut melibatkan personel Batalyon 13 Grup 1 Kopassus bersama Satuan 81 Kopassus dalam sebuah simulasi operasi infiltrasi udara dan pembebasan wilayah. Sejak pagi hari, masyarakat telah memadati kawasan jembatan layang hingga area persawahan di sekitar Danau Dendam Tak Sudah untuk menyaksikan secara langsung kemampuan pasukan elite TNI Angkatan Darat tersebut.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Bengkulu Ir. Mian, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi dan Kota Bengkulu, Penjabat Sekretaris Daerah Kota Bengkulu Medy Pebriansyah, serta jajaran pejabat TNI dan Polri.

Dalam skenario latihan, Bengkulu digambarkan sebagai wilayah yang dikuasai kelompok musuh yang berupaya memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Untuk merebut kembali wilayah tersebut, pasukan Kopassus diterjunkan melalui operasi infiltrasi udara dengan strategi serangan cepat dan terukur.

Momen paling menarik terjadi saat 16 prajurit Kopassus melakukan penerjunan taktis dari pesawat militer. Mereka berhasil mendarat dengan presisi di area persawahan sebelum bergerak cepat menjalankan simulasi penyergapan dan penguasaan wilayah yang telah ditentukan.

Setelah aksi penerjunan taktis selesai, atraksi berlanjut dengan demonstrasi terjun bebas atau free fall. Sebanyak 11 personel Kopassus melayang dari ketinggian dan mendarat secara bergelombang di lokasi latihan. Aksi tersebut disambut tepuk tangan dan sorak kagum dari ribuan warga yang memadati area pertunjukan.

Komandan Grup 1 Kopassus, Brigjen TNI Nashrul Fathurrahman, menjelaskan bahwa latihan tersebut mengusung konsep operasi sporadis, yakni pengerahan kekuatan besar dengan pergerakan cepat untuk melumpuhkan musuh dalam waktu singkat.

Menurutnya, strategi tersebut merupakan salah satu kemampuan utama yang harus dimiliki prajurit Kopassus dalam menghadapi berbagai kondisi operasi di lapangan.

Ia juga menjelaskan bahwa latihan ini merupakan hasil kolaborasi antara Grup 1 Kopassus yang bermarkas di Serang, Banten, dengan Satuan 81 Kopassus yang berkedudukan di Cijantung, Jakarta. Kedua satuan tersebut mempraktikkan metode infiltrasi udara melalui penerjunan payung sebagai bagian dari skenario operasi.

Brigjen TNI Nashrul menambahkan, pemilihan Bengkulu sebagai lokasi latihan bukan tanpa alasan. Kegiatan ini menjadi bagian dari orientasi wilayah sekaligus pengenalan karakteristik medan di Pulau Sumatra yang termasuk dalam cakupan tanggung jawab operasional Kopassus, khususnya Grup 3 yang bermarkas di Dumai.

Latihan ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapan prajurit dalam menjalankan berbagai misi serta memperkuat kemampuan adaptasi terhadap kondisi geografis yang berbeda.

Pemerintah Provinsi Bengkulu memberikan apresiasi atas pelaksanaan latihan berskala besar tersebut. Wakil Gubernur Bengkulu Ir. Mian menyampaikan rasa bangga karena daerahnya dipercaya menjadi lokasi simulasi operasi yang melibatkan pasukan elite TNI.

Menurutnya, kehadiran Kopassus di Bengkulu tidak hanya menjadi hiburan edukatif bagi masyarakat, tetapi juga memperkenalkan potensi daerah sebagai lokasi latihan militer tingkat nasional.

Mian menilai atraksi yang ditampilkan mampu membangkitkan semangat nasionalisme sekaligus memberikan inspirasi kepada generasi muda untuk mencintai tanah air dan memiliki keinginan mengabdi kepada bangsa melalui berbagai bidang, termasuk menjadi bagian dari TNI.

Antusiasme masyarakat yang memadati lokasi latihan menunjukkan tingginya minat warga menyaksikan secara langsung profesionalisme prajurit baret merah. Dengan suksesnya kegiatan tersebut, Bengkulu semakin dikenal sebagai daerah yang mampu mendukung penyelenggaraan latihan militer berskala nasional sekaligus menjadi sarana mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat.
Pewarta: Adi Saputra 
Editing: Adi Saputra