BENGKULU.TEROPONGPUBLIK.CO.ID >><< Innalillahi wainna ilaihi rojiun. Masyarakat bola Bengkulu berduka. Mantan pemain terbaik PS Bengkulu, Sutoyo, berpulang. Almarhum yang lahir tanggal 18 Desember 1963 di Situbondo, meninggal di rumahnya, Pasar Melintang Kota Bengkulu, Sabtu (24/9/22) pukul 03.00 WIB.
Almarhum diketahui sejak lima bulan terakhir menderita sakit, dan sudah pernah di rawat di Rumah Sakit. Almarhum Sutoyo yang pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Bengkulu itu, meskipun sudah pensiun dari skuad PS Bengkulu, masih aktif di lapangan hijau.
Seperti disampaikan sahabat dekat almarhum Jhoni Ardi, SH, MH, almarhum Sotoyo ini sejak lima bulan terakhir tak aktif lagi di lapangan hijau, karena sakit. "Sebelumnya beliau selalu aktif diberbagai kegiatan sepakbola. Baik jadi pelatih maupun turun main di Bengkulu Old Star FC," papar Wakil Ketua Bidang Antar Lembaga KONI Bengkulu itu.
Dijelaskan Jhoni Ardi almarhum meninggalkan satu orang istri, Nurhuda serta tiga orang anak (2 perempuan, 1 laki-laki). Dan beliau orang baik dalam bergaul dengan siapapun. "Saya bersaksi almarhum orang baik," papar Sekretaris Bengkulu Old Star ini.
Lebih lanjut diceritakan Jhoni, almarhum Sutoyo yang pernah menjadi kapten PS Bengkulu era 80-an, telah membawa harum Provinsi Bengkulu di kancah sepakbola Nasional. Mulai dari Divisi 2, Divisi 1 sampai Divisi Utama Nasional. Ketika itu PS Bengkulu diketuai Almarhum Sabri Zakaria, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bengkulu.
Di era itu, PS Bengkulu sejajar dengan tim-tim elit nasional. Sebut saja untuk Wilayah Barat Persija Jakarta, Persib Bandung PSMS Medan, PSP Padang, dan Persiraja Banda Aceh. "Saat itu sangat ditakuti tim-tim lawan yang dikomandoi almarhum Sutoyo," tegas Jhoni Ardi, yang juga eks pemain PS Bengkulu.
Selain itu juga almarhum Toyo, sapaan akrabnya, pernah main di tim Galatama Warna Agung. Saat almarhum menjadi skudra utama PS Bengkulu, dua kali membawa Bengkulu lolos pada Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 1985 dan tahun 1989.
"Saya ingat betul saat menjadi juara Piala Caltex 1996 di Duri, Riau. PS Bengkulu di laga final mengalahkan tim hebat Ayam Kinantan, PSMS Medan. Tentu hasil positif itu tidak terlepas dengan sumbangsi beliau yang menjadi kapten tim," jelas Jhoni drngan nada sedih.
Ditambahkan Jhoni, lima bulan sebelum kepergian almarhum, beliau selalu aktif di lapangan hijau memperkuat Bengkulu Old Star yang dikomandoi langsung Alamsyah, SH, MH. "Setiap ikut dalam berbagai turnamen yang dilakoni Bengkulu Old Star pada berbagai kota, almarhum Toyo selalu bersama kami. Selamat jalan sahabat, semoga husnul khotimah," demikian Jhoni.(Tr)