Skip to main content

Menuju Ramadan, Pemkot Bengkulu Kebut Penataan Pasar Minggu

Menuju Ramadan, Pemkot Bengkulu Kebut Penataan Pasar Minggu

TEROPONGPUBLIK.CO.ID - Pemerintah Kota Bengkulu mulai mengakselerasi program penataan kawasan niaga Pasar Minggu sebagai bagian dari upaya besar menciptakan pusat perdagangan yang lebih tertib, aman, dan nyaman bagi masyarakat. Langkah awal yang langsung dirasakan publik adalah penerapan sistem satu arah di sepanjang Jalan KZ Abidin, yang mulai diberlakukan sejak pekan ini.

Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, memimpin langsung proses peninjauan lapangan guna memastikan kebijakan tersebut berjalan efektif. Menurutnya, kebijakan one way bukan sekadar mengurai kemacetan, tetapi juga menjadi pintu masuk menuju penataan kawasan pasar yang lebih modern dan berorientasi pada keselamatan publik.

Dalam kunjungannya, Dedy menegaskan bahwa salah satu titik krusial yang harus dijaga adalah akses mobil Pemadam Kebakaran di kawasan Jalan Bangka. Jalur tersebut selama ini kerap terhalang oleh lapak pedagang maupun parkir kendaraan yang tidak teratur. Kondisi itu dinilai sangat berisiko jika sewaktu-waktu terjadi kebakaran di area pasar atau lingkungan sekitar.
“Ini bukan hanya soal rapi atau indah dipandang. Yang utama adalah soal nyawa dan keselamatan warga. Jalur Damkar harus steril dan tidak boleh ada aktivitas apapun yang menghambat,” tegas Dedy di hadapan jajaran OPD dan lurah setempat.

Selain fokus pada lalu lintas, Pemkot juga melakukan pendataan ulang terhadap seluruh pedagang yang akan menempati kios-kios hasil penataan. Melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), pemerintah memastikan bahwa kios tersebut hanya diperuntukkan bagi pedagang aktif yang benar-benar mencari nafkah di pasar, bukan pihak ketiga yang menjadikannya sebagai aset bisnis.

Wali Kota secara terbuka mengingatkan agar tidak ada oknum, baik pejabat aktif maupun mantan pejabat, yang mencoba memanfaatkan situasi dengan mendaftarkan diri sebagai pemilik kios lalu menyewakannya kembali. Praktik semacam itu dianggap merugikan pedagang kecil dan mencederai semangat penataan.
“Kalau ada yang daftar tapi tidak berjualan, apalagi disewakan, itu akan langsung kami tertibkan. Kios akan ditarik dan diberikan kepada pedagang yang betul-betul membutuhkan,” ujarnya dengan nada serius.

Program penataan ini melibatkan tim lintas sektor yang terdiri dari Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), aparat kelurahan, serta unsur teknis lainnya. Tim yang kerap disebut sebagai “Super Team” ini bertugas memastikan seluruh proses berjalan sesuai rencana, mulai dari penertiban lapak, relokasi pedagang, hingga pengawasan lapangan.

Berdasarkan laporan terbaru, progres penataan kawasan Pasar Minggu telah mencapai sekitar 75 persen. Sejumlah lapak yang sebelumnya berdiri di badan jalan telah dibongkar, sementara sebagian pedagang mulai menempati area yang telah disiapkan pemerintah.
Tak hanya itu, Pemkot juga mengebut pengerjaan infrastruktur pendukung seperti pengaspalan ulang jalan, perbaikan drainase, serta pemasangan marka lalu lintas. Seluruh pekerjaan ini ditargetkan rampung dalam waktu dekat agar kawasan pasar tampil lebih tertata menjelang bulan Ramadan, saat aktivitas jual beli biasanya meningkat signifikan.

Dedy turut mengapresiasi sikap kooperatif para pedagang yang bersedia membongkar lapak secara mandiri tanpa harus menunggu tindakan tegas dari petugas. Menurutnya, kesadaran kolektif semacam ini menjadi modal penting dalam membangun kota yang maju dan berdaya saing.

“Kami berterima kasih kepada pedagang yang sudah mendukung. Penataan ini bukan untuk menyulitkan, tapi justru untuk menciptakan lingkungan usaha yang lebih baik, bersih, dan nyaman bagi semua,” kata Dedy.

Ia berharap, setelah proses penataan selesai, Pasar Minggu dapat menjadi contoh kawasan niaga modern di Bengkulu, dengan tata ruang yang jelas, lalu lintas yang tertib, serta fasilitas publik yang memadai. Dengan demikian, pasar tidak hanya menjadi pusat ekonomi, tetapi juga ruang sosial yang aman dan layak bagi masyarakat.

Ke depan, Pemkot berkomitmen melakukan pengawasan rutin agar kawasan yang telah ditata tidak kembali semrawut. Pemerintah juga membuka ruang dialog dengan pedagang untuk menerima masukan demi penyempurnaan kebijakan, sehingga penataan pasar benar-benar membawa manfaat jangka panjang bagi seluruh warga Kota Bengkulu.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra