TEROPONGPUBLIK.CO.ID – Nuansa kebersamaan dan pelestarian budaya terasa kental di tengah masyarakat Talang Kering, Kelurahan Pematang Gubernur, Kota Bengkulu, Minggu (23/8/2026) pagi. Warga setempat menggelar pawai nasi jambar sebagai bagian dari rangkaian menyambut peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah.
Sebanyak 120 nasi jambar diarak warga menuju Masjid Jihadul Ihsan Al-Taibin Talang Kering. Pawai tersebut tidak hanya menjadi bagian dari tradisi keagamaan, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk mempertahankan warisan budaya suku Lembak yang masih hidup dan dipraktikkan secara turun-temurun.
Nasi jambar yang dibawa dalam arak-arakan tersebut memiliki bentuk khas. Sajian berupa nasi kuning itu dilengkapi satu ekor ayam sebagai pelengkap atau topping. Masing-masing jambar berasal dari kontribusi warga yang kemudian dikumpulkan untuk dibawa bersama-sama menuju masjid.
Ketua Karang Taruna Talang Permai (KTTP), Ajransyah, mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu cara masyarakat menjaga tradisi sekaligus memperkuat hubungan sosial antarwarga.
“Sebagai upaya untuk menjaga budaya suku Lembak, sekaligus mempererat hubungan antarwarga. Untuk pelaksanaannya sendiri kerja sama warga bersama Karang Taruna Talang Permai (KTTP),” ujar Ajransyah.
Menurutnya, semangat gotong royong menjadi bagian penting dalam pelaksanaan pawai tersebut. Warga tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi turut mengambil peran melalui sumbangan nasi jambar maupun keterlibatan dalam rangkaian kegiatan.
Setelah seluruh nasi jambar tiba di Masjid Jihadul Ihsan Al-Taibin, kegiatan berlanjut dengan barzanji, yakni pembacaan karya sastra keagamaan yang mengisahkan perjalanan kehidupan Nabi Muhammad SAW, mulai dari kelahiran hingga perjalanan hidup beliau.
Suasana kemudian dilanjutkan dengan makan bersama. Nasi jambar yang sebelumnya diarak dari rumah-rumah warga disantap secara bersama sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur dalam menyambut Maulid Nabi.
Tidak berhenti di lingkungan masyarakat Talang Kering, sebagian nasi jambar juga disalurkan kepada sejumlah panti asuhan terdekat. Penyaluran tersebut menjadi bentuk kepedulian sosial sekaligus memperluas makna perayaan Maulid Nabi.
“Dari warga untuk warga itu sendiri, nasi jambar ini berasal dari warga kemudian disantap bersama dan dibagikan ke panti asuhan terdekat sebagai wujud kepedulian kepada sesama,” tambah Ajransyah.
Pawai nasi jambar ini sekaligus menunjukkan bahwa tradisi lokal dapat berjalan beriringan dengan kegiatan keagamaan. Di tengah perkembangan zaman, masyarakat Talang Kering berupaya menjaga nilai-nilai budaya Lembak agar tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H sendiri dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 25 Agustus 2026, bertepatan dengan 12 Rabiul Awal. Bagi masyarakat Talang Kering, momentum tersebut bukan sekadar perayaan keagamaan, tetapi juga kesempatan mempererat silaturahmi, memperkuat kepedulian sosial, dan merawat identitas budaya yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra