TEROPONGPUBLIK – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Rais Aam KH. Miftachul Akhyar mengeluarkan seruan resmi terkait dinamika yang terjadi di lapangan akibat munculnya letupan antara aparat keamanan dengan masyarakat di sejumlah titik di Jakarta.
Dalam seruan yang disampaikan, PBNU menyatakan duka mendalam atas wafatnya salah seorang warga bernama Affan Kurniawan. Rais Aam mendoakan agar Allah SWT mengampuni segala kesalahan almarhum dan menerima seluruh amal ibadahnya.
PBNU juga menegaskan bahwa penyampaian aspirasi masyarakat merupakan hal yang sah dan dijamin oleh konstitusi, namun harus dilakukan secara tertib dengan tetap menjaga keamanan dan keselamatan semua pihak.
“PBNU meminta agar segenap aparat yang bertugas bersikap sabar dan bijaksana dalam menghadapi masyarakat yang menyampaikan aspirasi, dengan mengedepankan pendekatan persuasif,” terang KH. Miftachul Akhyar dalam seruannya.
Lebih lanjut, PBNU juga mengimbau agar seluruh elemen masyarakat menghindari tindakan yang dapat merugikan kepentingan umum serta menjauhi anarkisme. “Mari kita wujudkan suasana damai dengan menjadikan hukum sebagai pedoman dan tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin memecah belah persatuan bangsa,” tambahnya.
Selain itu, PBNU meminta kepada seluruh pengurus NU, badan otonom, dan lembaga di semua tingkatan untuk ikut berperan aktif menenangkan situasi serta tidak terlibat dalam tindakan provokatif yang dapat menimbulkan kekacauan.
Dengan seruan ini, PBNU berharap kondisi sosial dan keamanan masyarakat tetap terjaga serta aspirasi dapat tersalurkan dengan cara yang bermartabat.
Pewarta: Harlis Sang putra
Editing: Adi Saputra