Skip to main content

Pelatihan Tunas 1 dan 2 TIDAR Se-Provinsi Bengkulu Cetak Kader Berkarakter dan Siap Mengabdi untuk Bangsa

TIDAR Bengkulu, Pelatihan Tunas 1 dan 2, Sandhy Cahyadi, Idhan Alvi Sahrin, Rachmat Riyanto, Bengkulu Tengah, kaderisasi TIDAR, organisasi kepemudaan.

TEROPONGPUBLIK.CO.ID – Semangat membangun generasi muda yang berintegritas dan memiliki jiwa kepemimpinan menjadi pesan utama dalam Pelatihan Tunas 1 dan 2 Pengurus Cabang (PC) Tunas Indonesia Raya (TIDAR) se-Provinsi Bengkulu. Kegiatan yang dipusatkan di Kabupaten Bengkulu Tengah tersebut diikuti kader muda dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu.

Pelatihan ini menjadi momentum penting bagi TIDAR untuk memperkuat proses kaderisasi sekaligus mempersiapkan lahirnya pemimpin-pemimpin muda yang mampu menjawab tantangan pembangunan daerah maupun nasional.

Ketua Pengurus Daerah Tunas Indonesia Raya (TIDAR) Provinsi Bengkulu, Sandhy Cahyadi, menegaskan bahwa pelatihan tersebut bukan sekadar agenda organisasi, melainkan proses membangun karakter dan semangat perjuangan generasi muda.

Menurutnya, organisasi tidak akan tumbuh besar hanya karena memiliki banyak anggota. Sebaliknya, kemajuan organisasi sangat ditentukan oleh kualitas kader yang dimilikinya.

"Hari ini kita bukan sekadar mengikuti pelatihan. Hari ini kita sedang menyalakan api perjuangan. Organisasi tidak akan besar hanya karena jumlah anggotanya, tetapi karena kualitas kader yang dimiliki," ujar Sandhy di hadapan peserta.

Ia menambahkan, kekuatan bangsa juga tidak semata-mata ditentukan oleh melimpahnya sumber daya alam. Bangsa akan menjadi kuat apabila dipenuhi oleh manusia-manusia yang memiliki karakter, integritas, dan kesiapan mengabdi kepada masyarakat.

Sandhy menjelaskan bahwa kaderisasi merupakan proses membentuk kepribadian, mental, dan integritas. Jabatan, menurutnya, dapat diberikan sewaktu-waktu, tetapi karakter hanya dapat dibangun melalui proses panjang dan konsisten.

Dalam kesempatan itu, ia juga memperkenalkan filosofi Lima Cinta TIDAR sebagai fondasi utama pembinaan kader.

Nilai pertama adalah cinta diri, yaitu kemampuan mensyukuri nikmat Tuhan, menerima kekurangan, dan terus memperbaiki diri.

Nilai kedua adalah cinta sesama, yakni menghargai dan menghormati orang lain sebagaimana menghargai diri sendiri.

Selanjutnya adalah cinta belajar, yang mendorong setiap kader agar tidak pernah berhenti meningkatkan pengetahuan dan kapasitas diri.

Nilai berikutnya ialah cinta kesantunan, yang diwujudkan melalui sikap sopan, sabar, penuh kasih, serta memiliki kepedulian untuk membantu sesama.

Sedangkan nilai terakhir adalah cinta Indonesia, yakni kesadaran menjaga identitas, persatuan, dan keutuhan bangsa sebagai bentuk nyata pengabdian kepada negara.

Sandhy juga mengingatkan seluruh peserta agar setelah kembali ke daerah masing-masing tidak hanya berpikir mengenai apa yang bisa diperoleh dari organisasi.

Sebaliknya, setiap kader harus bertanya kepada dirinya sendiri mengenai kontribusi yang dapat diberikan kepada masyarakat melalui TIDAR.

"Jangan bertanya apa yang akan saya dapatkan dari organisasi. Tetapi tanyakanlah apa yang bisa saya berikan kepada masyarakat melalui TIDAR," tegasnya.

Ia berharap seluruh kader mampu menjadi jembatan antara kebutuhan masyarakat dengan berbagai program pembangunan pemerintah sehingga organisasi benar-benar hadir memberikan solusi nyata.

Menurutnya, keberhasilan seorang kader tidak diukur dari tingginya jabatan yang pernah diduduki, tetapi dari seberapa besar manfaat yang ditinggalkan bagi masyarakat.

Sandhy optimistis TIDAR Bengkulu akan menjadi rumah besar bagi anak-anak muda yang memiliki semangat berpikir besar, bekerja nyata, serta menghadirkan perubahan positif di tengah masyarakat.

Sementara itu, Ketua Bidang Organisasi, Keanggotaan, dan Kaderisasi (OKK) Pengurus Pusat TIDAR, Idhan Alvi Sahrin, menyampaikan bahwa TIDAR merupakan keluarga besar yang dibangun atas semangat saling menguatkan.

Menurutnya, keberadaan organisasi memberi ruang luas bagi para pemuda dari Aceh hingga Papua untuk membangun jaringan, memperluas pengalaman, hingga menciptakan peluang ekonomi.

Ia menilai hubungan antarkader dari berbagai daerah dapat membuka kesempatan kerja sama yang bermanfaat, termasuk dalam pengembangan potensi usaha berbasis sumber daya daerah.

"Melalui organisasi ini kita saling mengenal, saling belajar, bahkan bisa membangun peluang usaha bersama. Potensi daerah yang dimiliki kader bisa dikolaborasikan dengan daerah lain sehingga memberikan manfaat ekonomi," katanya.

Idhan juga menyoroti besarnya jumlah generasi muda di Kabupaten Bengkulu Tengah yang mencapai lebih dari 40 persen dari total penduduk.

Kondisi tersebut, menurutnya, merupakan peluang besar untuk mempersiapkan generasi penerus menuju Indonesia Emas.

Ia mengajak seluruh peserta memanfaatkan pelatihan sebagai awal perjalanan panjang membangun kapasitas diri sehingga mampu menjadi pemimpin masa depan yang membawa kemajuan bagi daerah masing-masing.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Pembina TIDAR Provinsi Bengkulu yang juga Bupati Bengkulu Tengah, Rachmat Riyanto, secara resmi membuka Pelatihan Tunas 1 dan 2 TIDAR se-Provinsi Bengkulu.

Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya memberikan ruang seluas-luasnya kepada generasi muda untuk berkreasi, berinovasi, dan mengembangkan potensi yang dimiliki.

Menurutnya, pola pikir terhadap anak muda harus mulai diubah. Mereka tidak boleh hanya diberikan berbagai batasan, tetapi harus diberikan kesempatan menunjukkan kemampuan terbaiknya.

"Yang kita butuhkan hari ini adalah keberanian memberikan ruang kepada anak-anak muda untuk berekspresi, berinovasi, dan mengembangkan bakat yang mereka miliki," ujar Rachmat.

Ia mengungkapkan bahwa pengalaman berorganisasi sejak usia muda telah memberikan banyak pelajaran berharga dalam perjalanan kariernya hingga dipercaya memimpin Kabupaten Bengkulu Tengah.

Karena itu, ia berharap seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh karena manfaat kaderisasi tidak selalu dirasakan dalam waktu singkat, melainkan menjadi bekal penting puluhan tahun ke depan.

Rachmat juga menyampaikan rasa bangganya karena Bengkulu dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan pelatihan kader tingkat provinsi.

Ia berharap kegiatan tersebut mampu melahirkan kader-kader TIDAR yang tangguh, memiliki wawasan kebangsaan, kepemimpinan, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Indonesia.

Dengan jumlah generasi muda yang mencapai sekitar 40 persen dari total penduduk Bengkulu Tengah, pemerintah daerah berkomitmen menjadikan daerah tersebut sebagai basis pembinaan kader TIDAR di Provinsi Bengkulu.

Sementara itu, Ketua TIDAR Kabupaten Bengkulu Tengah, Ary Rahmad, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Bengkulu Tengah sebagai tuan rumah pelaksanaan Pelatihan Tunas 1 dan 2.

Ia berharap seluruh peserta mampu memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperluas wawasan, memperkuat jaringan antarkader, serta meningkatkan kemampuan kepemimpinan.

Menurut Ary, kader muda TIDAR harus menjadi motor penggerak pembangunan daerah sekaligus menjadi teladan di tengah masyarakat melalui karya, pengabdian, dan integritas.

Pelatihan Tunas 1 dan 2 TIDAR se-Provinsi Bengkulu diharapkan menjadi tonggak lahirnya generasi muda yang tidak hanya aktif dalam organisasi, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang membawa manfaat bagi masyarakat, daerah, dan bangsa Indonesia.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra