TEROPONGPUBLIK.CO.ID >>><<<< Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Bengkulu memperkenalkan Satu Kartu Terintegrasi (SAKTI), sebuah inovasi layanan perpustakaan terpadu. Acara peluncuran berlangsung di Aula Lantai 3 Kantor DPK Provinsi Bengkulu.
Kartu SAKTI, hasil pengembangan Pusat Jasa Informasi Perpustakaan dan Pengelolaan Naskah Nusantara (Pujasintara) Perpusnas, mengintegrasikan layanan perpustakaan nasional dengan perpustakaan daerah. Dengan adanya kartu ini, anggota perpustakaan di daerah dapat mengakses koleksi yang ada di Perpusnas secara langsung.
Drs. Agus Sutoyo, M.Si., Kepala Pusat Jasa Informasi dan Pengelolaan Naskah Nusantara Perpusnas, menjelaskan bahwa peluncuran kartu SAKTI bertujuan untuk menyediakan layanan perpustakaan yang merata dan berkualitas bagi seluruh masyarakat Indonesia. "Kami selalu berupaya mengintegrasikan dan menjalin kekuatan jejaring dari Perpustakaan Nasional ke perpustakaan di Provinsi Bengkulu serta kabupaten lainnya di Bengkulu. Dengan SAKTI, jika seseorang sudah menjadi anggota perpustakaan di Provinsi Bengkulu, maka otomatis juga menjadi anggota Perpustakaan Nasional," ujarnya.

Agus Sutoyo menambahkan bahwa program ini tidak hanya mempermudah akses layanan, tetapi juga meningkatkan kualitas layanan perpustakaan. "Anggota perpustakaan bisa langsung mengakses berbagai koleksi digital yang tersedia di Perpustakaan Nasional, termasuk naskah kuno dan buku-buku langka," tambahnya.
Lebih lanjut, Agus Sutoyo menyatakan bahwa program SAKTI juga memberikan manfaat signifikan bagi pelajar dan mahasiswa melalui program Bintang Pusnas, yang memungkinkan mereka mengakses berbagai koleksi digital di Perpustakaan Nasional secara gratis. "Kami berharap program SAKTI ini dapat meningkatkan minat baca dan budaya literasi di Indonesia. Dengan membaca, kita dapat membuka cakrawala pengetahuan dan meningkatkan kualitas hidup," jelasnya.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Bengkulu, H. Meri Sasdi, M.Pd, juga menyampaikan apresiasi dan sambutan baik terhadap peluncuran program SAKTI. Menurutnya, program ini akan memudahkan akses layanan bagi masyarakat Bengkulu untuk mendapatkan literasi. "Kami menyambut baik program ini karena dengan SAKTI, masyarakat tidak perlu lagi menjadi anggota perpustakaan secara terpisah untuk mengakses layanan Perpustakaan Nasional. Cukup menjadi anggota perpustakaan di provinsi, kabupaten, atau kota di Bengkulu, mereka otomatis menjadi anggota Perpustakaan Nasional," kata Meri Sasdi.

Meri Sasdi berharap melalui program SAKTI, yang mengintegrasikan kartu anggota perpustakaan di seluruh Indonesia, pelayanan perpustakaan di wilayah ini dapat dioptimalkan. "Keberadaan program ini memungkinkan masyarakat Bengkulu untuk meminjam buku elektronik, mengakses jurnal ilmiah, dan memanfaatkan berbagai layanan lainnya secara online," tambahnya.
Ia menutup dengan harapan bahwa program ini merupakan langkah tepat untuk meningkatkan literasi masyarakat. "Dengan akses yang mudah dan beragam, diharapkan masyarakat Bengkulu akan semakin gemar membaca dan belajar," tutup Meri Sasdi.
Peluncuran kartu SAKTI ini menandai sebuah langkah penting dalam upaya meningkatkan literasi dan kualitas layanan perpustakaan di Indonesia, khususnya di Provinsi Bengkulu. Program ini diharapkan dapat menjadi model bagi daerah lain dalam mengintegrasikan layanan perpustakaan untuk kemajuan literasi nasional.
Pewarta : Herdianson
Editing : Adi Saputra