TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>> Pemerintah Kota Bengkulu melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) bergerak cepat merespons dampak banjir yang melanda sejumlah wilayah dengan membuka pos pelayanan kesehatan di beberapa titik terdampak. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memastikan kondisi kesehatan masyarakat tetap terjaga di tengah situasi darurat akibat bencana alam.
Pos pelayanan kesehatan tersebut didirikan di sejumlah kelurahan yang terdampak cukup parah, di antaranya Kelurahan Tanjung Jaya, Rawa Makmur, dan Bentiring. Kehadiran posko kesehatan ini diharapkan mampu memberikan akses layanan medis yang mudah dan cepat bagi warga yang terdampak banjir, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Neli Hartati, mengatakan bahwa pihaknya telah mengerahkan tenaga medis untuk siaga penuh di lokasi-lokasi terdampak. Petugas kesehatan terdiri dari dokter, perawat, serta tenaga pendukung lainnya yang disiagakan secara bergiliran.
“Saat ini kami telah menurunkan petugas kesehatan untuk berjaga di pos-pos pelayanan kesehatan tanggap banjir di berbagai titik. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi munculnya gangguan kesehatan masyarakat akibat dampak banjir,” ujar Neli Hartati, Minggu (4/1/2026).
Ia menjelaskan, banjir berpotensi menimbulkan berbagai masalah kesehatan apabila tidak ditangani secara cepat dan tepat. Genangan air, lingkungan yang kotor, serta keterbatasan akses sanitasi dapat menjadi pemicu munculnya berbagai penyakit.
Menurut Neli, Dinas Kesehatan mewaspadai sejumlah penyakit yang umum terjadi pascabanjir, seperti influenza, demam, diare, penyakit kulit, hingga malaria. Oleh karena itu, pelayanan kesehatan difokuskan pada pemeriksaan kesehatan dasar, pengobatan ringan, serta edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan.
“Seluruh layanan kesehatan yang kami berikan di posko ini bersifat gratis. Masyarakat yang merasa kurang sehat atau membutuhkan pemeriksaan kesehatan dapat langsung mendatangi posko terdekat tanpa dipungut biaya,” jelasnya.
Selain memberikan pelayanan medis, petugas kesehatan juga aktif melakukan pemantauan kondisi lingkungan dan kesehatan warga sekitar. Edukasi tentang pola hidup bersih dan sehat terus disampaikan, termasuk imbauan untuk menggunakan air bersih, menjaga kebersihan makanan, serta segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala penyakit.
Pemkot Bengkulu melalui Dinas Kesehatan menegaskan akan terus memantau perkembangan situasi banjir dan menyesuaikan kebutuhan layanan kesehatan di lapangan. Jika diperlukan, jumlah posko maupun tenaga medis akan ditambah untuk memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan pelayanan yang optimal.
Pemerintah daerah juga mengajak masyarakat untuk tetap waspada serta menjaga kondisi kesehatan masing-masing selama masa tanggap darurat. Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan dampak banjir terhadap kesehatan warga dapat diminimalisir.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra