Skip to main content

Pemkot Bengkulu Dorong Generasi Muda Lestarikan Budaya Dhol

Pemkot Bengkulu Dorong Generasi Muda Lestarikan Budaya Dhol

TEROPONGPUBLIK.CO.ID - Pemerintah Kota Bengkulu kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga dan melestarikan budaya daerah melalui kegiatan Tabuh Dhol yang digelar bersama masyarakat adat dan generasi muda. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian seni tradisional, tetapi juga wujud nyata dukungan pemerintah terhadap keberlangsungan warisan budaya Bengkulu agar tetap hidup dan berkembang di tengah arus modernisasi.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas terkait, Tony Elfian, menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan berkontribusi dalam pelaksanaan kegiatan Tabuh Dhol. Ia menilai kegiatan ini memiliki nilai strategis dalam memperkuat identitas budaya daerah serta menumbuhkan rasa bangga terhadap kearifan lokal, khususnya di kalangan anak muda.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan Tabuh Dhol ini. Semoga ke depan kegiatan seperti ini dapat terus berkembang dan semakin diminati oleh masyarakat luas,” ujar Tony Elfian dalam sambutannya.

Lebih lanjut, Tony menjelaskan bahwa saat ini aktivitas menabuh alat musik tradisional dhol tidak lagi dibatasi hanya pada momen tertentu, seperti bulan Muharram. Pemerintah Kota Bengkulu telah memberikan ruang dan kebebasan bagi masyarakat untuk mengekspresikan seni budaya tersebut kapan saja dan di mana saja, dengan tetap mengedepankan norma sosial serta ketertiban umum.

“Sekarang menabuh dhol tidak harus menunggu bulan Muharram. Masyarakat sudah dibolehkan menabuh dhol kapan saja dan di mana saja, selama tetap menghormati waktu-waktu tertentu, misalnya tidak dilakukan saat adzan berkumandang,” jelasnya.

Kebijakan ini, menurut Tony, merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menghidupkan kembali denyut budaya tradisional di ruang-ruang publik. Dengan demikian, seni tabuh dhol tidak hanya hadir dalam acara seremonial, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Bengkulu.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Pemerintah Kota Bengkulu juga telah menyiapkan sejumlah lokasi yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk aktivitas budaya dan seni. Beberapa kawasan yang disiapkan antara lain area pantai, kawasan pasar Bengkulu, hingga lokasi di sekitar depan pabrik es. Tempat-tempat tersebut dinilai strategis karena mudah diakses dan sering menjadi pusat aktivitas masyarakat.

“Kami berharap anak-anak muda dapat memanfaatkan lokasi-lokasi tersebut. Silakan digunakan untuk berlatih dan menabuh dhol. Kami ingin bunyi dhol tidak hanya terdengar pada momen tertentu saja, tetapi bisa ditabuh oleh siapa saja, kapan saja, dan di mana saja,” tambah Tony.

Ia juga menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga kelestarian budaya daerah. Menurutnya, tanpa keterlibatan anak muda, warisan budaya seperti tabuh dhol berpotensi tergerus oleh perkembangan zaman.

Kegiatan Tabuh Dhol ini pun menjadi simbol kuat sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat adat dalam menjaga identitas budaya Bengkulu. Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan seni tradisional dhol tidak hanya tetap lestari, tetapi juga semakin dikenal luas, baik oleh masyarakat lokal maupun generasi mendatang.

Dengan dukungan kebijakan, fasilitas, dan partisipasi aktif masyarakat, Pemerintah Kota Bengkulu optimistis bahwa budaya tabuh dhol akan terus hidup dan menjadi kebanggaan daerah di masa depan.
Pewarta: Amg
Editing : Adi Saputra