TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<<>>>> Memasuki awal tahun 2026, Pemerintah Kota Bengkulu kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan, khususnya di kawasan pesisir Pantai Panjang. Komitmen tersebut diwujudkan melalui aksi gotong royong dan perawatan pohon kelapa yang dilaksanakan secara serentak oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), pada Jumat (2/1/2026).
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Bengkulu, Tony Elfian, sebagai bagian dari keberlanjutan Program Gerakan Menanam Pohon Kelapa (GEMPALA). Program tersebut menjadi salah satu upaya strategis Pemkot Bengkulu dalam menjaga keseimbangan ekosistem pantai sekaligus memperkuat identitas Pantai Panjang sebagai kawasan wisata unggulan.
Dalam arahannya, Tony Elfian menekankan pentingnya keterlibatan aktif seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam memastikan tanaman kelapa yang telah ditanam dapat tumbuh optimal. Oleh karena itu, Pemkot Bengkulu mengerahkan seluruh ASN untuk melakukan pemeliharaan intensif selama tiga hari berturut-turut, mulai 2 hingga 4 Januari 2026.
“Seluruh kepala OPD, direktur, hingga kepala sekolah diminta bertanggung jawab terhadap kavling masing-masing. Pastikan tanaman kelapa dirawat secara berkala agar tumbuh sehat dan berkelanjutan,” tegas Tony.
Aksi perawatan ini mencakup empat tahapan utama yang wajib dilaksanakan. Pertama, penyulaman dengan mengganti tanaman kelapa yang mati atau tidak tumbuh optimal menggunakan bibit baru yang sudah cukup besar. Langkah ini penting untuk menjaga kepadatan dan kesinambungan vegetasi di sepanjang kawasan pantai.
Tahap kedua adalah pemasangan ajir atau penopang batang pohon. Ajir berfungsi untuk menjaga posisi batang tetap tegak lurus, mengingat kondisi angin pantai yang cukup kencang dan struktur tanah yang didominasi pasir.
Selanjutnya, dilakukan pemupukan organik dengan mencampurkan seperempat karung pupuk kompos atau pupuk kandang dengan tanah di sekitar tanaman. Pemupukan ini bertujuan memperbaiki struktur tanah berpasir agar lebih subur dan mampu menahan kelembapan.
Tahap terakhir adalah pemupukan anorganik dengan pemberian pupuk Urea atau NPK sebanyak 50 gram per pohon. Pupuk ini diaplikasikan di area perakaran untuk mempercepat pertumbuhan dan meningkatkan daya tahan tanaman.
Sebagai bentuk evaluasi dan pengawasan, setiap OPD diwajibkan menyerahkan laporan pelaksanaan kegiatan berupa dokumentasi foto dan video kepada koordinator lapangan. Laporan tersebut harus diserahkan paling lambat pada 5 Januari 2026.
Melalui langkah masif dan terkoordinasi ini, Pemerintah Kota Bengkulu berharap Program GEMPALA tidak hanya memberikan dampak estetika dengan mempercantik wajah Pantai Panjang, tetapi juga mampu menciptakan perlindungan alami kawasan pesisir dalam jangka panjang. Keberadaan pohon kelapa diharapkan dapat mengurangi abrasi, menjaga keseimbangan lingkungan, serta meningkatkan kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke ikon wisata kebanggaan Kota Bengkulu tersebut.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra