TEROPONGPUBLIK.CO.ID<<<>>>> Wakil Wali Kota Bengkulu, Ronny PL Tobing, didampingi sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Bengkulu, mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi, Penanggulangan Kemiskinan Daerah, serta Situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) terkini. Rakor ini dipimpin langsung Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Jenderal Polisi (Purn.) Muhammad Tito Karnavian melalui zoom meeting, Senin (8/9/2025), dari Ruang Monitoring Center Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bengkulu.
Hadir mendampingi Wakil Wali Kota dalam rakor tersebut antara lain Asisten II Setda Kota Bengkulu Sehmi, Staf Ahli Rosminiarty, Kepala Diskominfo Gita Gama, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bujang HR, perwakilan dari Kejaksaan Negeri Bengkulu, serta sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Bengkulu.
Dalam arahannya, Mendagri Tito Karnavian memaparkan perkembangan inflasi nasional. Ia menyebutkan, secara bulanan (month to month), pada periode terakhir Indonesia mencatatkan deflasi sebesar 0,08 persen. Beberapa komoditas yang berkontribusi besar terhadap deflasi ini antara lain tomat, cabai rawit, tarif angkutan udara, bensin, hingga biaya uang sekolah setingkat SMA dan sederajat.
Meski kondisi inflasi relatif terkendali, Tito menegaskan pentingnya kewaspadaan dan langkah antisipatif di tingkat daerah. Pemerintah daerah, kata dia, perlu memperkuat koordinasi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) agar pengendalian harga tetap stabil dan daya beli masyarakat tidak terganggu.
Lebih lanjut, Tito juga menyinggung situasi kamtibmas di tanah air. Ia meminta kepala daerah di seluruh Indonesia untuk lebih aktif menjaga ketertiban di lingkungan masing-masing. “Segera laksanakan rapat koordinasi bersama Forkopimda. Gencarkan program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, seperti pasar murah, bantuan sosial, dan kegiatan lain yang dapat meringankan beban warga. Selain itu, aktifkan kembali sistem keamanan lingkungan atau siskamling di tingkat RT maupun RW,” tegas Tito.
Selain inflasi dan keamanan, isu kemiskinan juga menjadi fokus utama dalam rakor kali ini. Mendagri mengingatkan agar setiap kepala daerah mempercepat program pengentasan kemiskinan, baik pada kategori kemiskinan menengah maupun kemiskinan ekstrem. Menurutnya, kolaborasi antarinstansi pemerintah dan dukungan masyarakat sangat diperlukan agar target penurunan angka kemiskinan bisa tercapai.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Bengkulu Ronny PL Tobing menyambut baik arahan yang diberikan Mendagri. Ia menegaskan Pemkot Bengkulu siap menindaklanjuti instruksi tersebut dengan memperkuat sinergi bersama Forkopimda serta seluruh pemangku kepentingan. “Arahan dari Mendagri menjadi catatan penting bagi kami. Pemerintah Kota Bengkulu akan fokus memperkuat program yang pro rakyat, menjaga stabilitas harga bahan pokok, sekaligus mengoptimalkan upaya penanggulangan kemiskinan di daerah,” ujarnya usai mengikuti rakor.
Ronny menambahkan, Pemkot Bengkulu melalui Disperindag sudah secara rutin menggelar operasi pasar dan pasar murah untuk menekan lonjakan harga bahan kebutuhan pokok. Di sisi lain, program bantuan sosial yang bersentuhan langsung dengan masyarakat juga terus berjalan, sejalan dengan upaya pemerintah pusat dalam menjaga daya beli.
Melalui rapat koordinasi nasional tersebut, diharapkan pemerintah daerah dapat lebih sigap dalam menghadapi dinamika inflasi, meningkatkan keamanan lingkungan, sekaligus menurunkan angka kemiskinan. Pemkot Bengkulu pun menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra