Skip to main content

Capaian Imunisasi Bengkulu Tengah Masih Rendah, Pemkab Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor

Sekretaris Daerah Bengkulu Tengah Tomi Marisi bersama jajaran perangkat daerah mengikuti Rapat Koordinasi Lintas Sektor Tingkat Daerah dalam rangka percepatan capaian program imunisasi tahun 2026, Senin (31/8/2026). Foto: Dok. Pemkab Bengkulu Tengah.

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>  Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah mengambil langkah serius untuk meningkatkan cakupan pelayanan imunisasi pada tahun 2026. Sejumlah perangkat daerah dan pemangku kepentingan dikumpulkan dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektor Tingkat Daerah sebagai upaya menyusun langkah percepatan pencapaian target imunisasi.

Rapat koordinasi tersebut digelar pada Senin (31/8/2026) dan menjadi forum bersama untuk mengevaluasi perkembangan program sekaligus memperkuat sinergi antarinstansi. Pemerintah daerah menilai keberhasilan imunisasi tidak dapat dibebankan hanya kepada sektor kesehatan, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen pemerintahan hingga masyarakat.

Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkulu Tengah Drs. Tomi Marisi, M.Si., Ketua TP PKK Kabupaten Bengkulu Tengah Dr. S. Damarini Rachmat, S.KM., M.P.H., Kepala Bappeda, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala DPMD, Dinas Sosial, serta Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik.

Dalam pertemuan itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkulu Tengah memaparkan kondisi terbaru pelaksanaan program imunisasi hingga 30 Agustus 2026. Data tersebut menjadi perhatian karena sejumlah sasaran imunisasi masih berada di bawah target yang telah ditetapkan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkulu Tengah, Barti Hasibuan, SKM., M.AP., menjelaskan bahwa capaian Imunisasi Dasar Lengkap atau IDL bagi bayi usia 0 hingga 11 bulan masih perlu dikejar. Dari total sasaran sebanyak 2.487 bayi, dengan target capaian 85 persen, baru 1.126 bayi yang tercatat telah memperoleh layanan imunisasi lengkap atau sekitar 45,28 persen.

Sementara untuk kelompok anak bawah dua tahun atau baduta berusia 12 hingga 23 bulan, capaian juga belum memenuhi target. Dari sasaran 2.454 baduta dengan target 75 persen, jumlah yang telah tercapai sebanyak 1.170 anak atau sekitar 47,68 persen.

Perhatian serupa juga diarahkan pada pelayanan imunisasi bagi Wanita Usia Subur atau WUS berusia 15 hingga 49 tahun. Dari total sasaran 24.518 orang dengan target 71 persen, capaian hingga akhir Agustus tercatat sebanyak 6.384 orang atau 26,04 persen.

Meski demikian, hasil yang lebih baik terlihat pada pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah atau BIAS. Imunisasi Campak Rubela telah menjangkau 1.778 anak dari target sasaran 2.035 anak atau mencapai 87,37 persen.

Sedangkan program imunisasi HPV menunjukkan capaian yang telah melampaui sasaran. Dari target 1.028 anak, jumlah penerima imunisasi mencapai 1.046 anak atau sebesar 101,75 persen. Adapun target keseluruhan program BIAS ditetapkan sebesar 90 persen.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkulu Tengah, Tomi Marisi, menegaskan bahwa kondisi tersebut harus menjadi perhatian bersama. Menurutnya, percepatan imunisasi membutuhkan kerja sama nyata antara pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, pemerintah desa, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat dan keluarga.

“Program imunisasi membutuhkan dukungan dan kolaborasi semua pihak. Tidak cukup hanya mengandalkan sektor kesehatan, tetapi harus ada keterlibatan pendidikan, pemerintahan desa, sosial, PKK, hingga komunikasi publik. Kita ingin memastikan tidak ada anak yang terlewat mendapatkan imunisasi,” tegas Tomi.

Untuk mengejar ketertinggalan capaian, rapat menyepakati sejumlah langkah strategis. Di antaranya memperkuat koordinasi lintas sektor, meningkatkan pelayanan melalui Puskesmas dan Posyandu, serta melakukan sweeping terhadap sasaran yang belum mendapatkan imunisasi lengkap.

Selain itu, pemerintah daerah juga akan melakukan pemutakhiran dan validasi data sasaran agar pelayanan dapat lebih tepat sasaran. Edukasi kepada masyarakat dan promosi kesehatan turut diperkuat untuk meningkatkan kesadaran orang tua mengenai pentingnya imunisasi bagi perlindungan kesehatan anak.

Pemantauan dan evaluasi juga akan dilakukan secara lebih intensif, terutama di wilayah yang memiliki capaian imunisasi rendah. Dengan pendekatan tersebut, pemerintah berharap hambatan di lapangan dapat segera diidentifikasi dan ditangani.

Program percepatan imunisasi ini dilaksanakan di bawah arahan Bupati Bengkulu Tengah Dr. Rachmat Riyanto, S.T., M.AP., bersama Wakil Bupati Tarmizi, S.Sos., serta mendapat dukungan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah mengusung semangat “Tidak Ada Anak yang Terlewat Imunisasi, Anak Sehat, Generasi Kuat” dan “Imunisasi Lengkap, Indonesia Sehat, Generasi Kuat.”

Melalui kolaborasi seluruh pihak, Pemkab Bengkulu Tengah berharap cakupan imunisasi tahun 2026 dapat terus meningkat sehingga perlindungan kesehatan bagi anak-anak dan masyarakat dapat diwujudkan secara merata.

Pewarta : Rizon

Editing : Adi Saputra