TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<<>>> Kepedulian terhadap warga yang kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran di Kelurahan Pengantungan, Kota Bengkulu, terus diperlihatkan Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu. Bantuan dari berbagai pihak mulai dari pemerintah, aparatur sipil negara (ASN), hingga masyarakat dikumpulkan dan kemudian diserahkan kepada warga terdampak yang kini masih menjalani masa tanggap darurat.
Penyaluran bantuan dilakukan di lokasi posko pengungsian pada Kamis sore, 13 Agustus 2026. Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Bengkulu memastikan kebutuhan dasar korban tetap terpenuhi setelah musibah menghanguskan puluhan rumah warga.
Asisten I Setda Kota Bengkulu, Alex Periansyah, bersama Kepala Pelaksana BPBD Kota Bengkulu I Made Ardana, Kepala Dinas Sosial Afriyentia, Kepala Dinas Kominfo Nurlia Dewi, Camat Ratu Samban Novi Wahyudi serta sejumlah pejabat dan jajaran terkait turun langsung dalam kegiatan tersebut.
Alex mengatakan, penanganan terhadap korban kebakaran telah dilakukan Pemkot sejak peristiwa terjadi. Pemerintah bersama organisasi perangkat daerah bergerak untuk melakukan pendataan, meninjau lokasi, menyiapkan tempat pengungsian, hingga membuka posko pelayanan bagi warga.
Menurutnya, bantuan yang disalurkan tidak hanya berasal dari pemerintah daerah. Kepedulian juga datang dari ASN Pemkot Bengkulu dan masyarakat yang secara sukarela mengumpulkan kebutuhan untuk membantu keluarga yang kehilangan rumah maupun harta benda.
“Bantuan yang terkumpul dari ASN, masyarakat dan pemerintah, baik berupa kebutuhan pangan maupun sandang, hari ini kita salurkan kepada seluruh warga yang terdampak,” kata Alex.
Berdasarkan pendataan pemerintah, kebakaran tersebut berdampak terhadap 24 rumah yang dihuni sekitar 25 kepala keluarga atau 74 jiwa. Seluruh warga terdampak mendapatkan perhatian selama proses tanggap darurat berlangsung.
Untuk mendukung kebutuhan korban, Pemkot Bengkulu melalui BPBD bersama Dinas Sosial telah menyiapkan sejumlah fasilitas di sekitar lokasi. Posko utama, tempat penampungan sementara serta dapur umum disediakan agar warga tidak kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok selama berada di pengungsian.
Pemenuhan konsumsi warga juga dilakukan secara gotong royong. ASN ikut berswadaya menyediakan makanan untuk sarapan, sementara masyarakat sekitar turut membantu menyiapkan makanan. Dukungan juga datang dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk memperkuat kebutuhan logistik para korban.
Alex menegaskan, pelayanan terhadap korban tidak berhenti pada penyaluran bantuan. Selama masa tanggap darurat, pemerintah akan terus memantau kondisi warga dan memastikan kebutuhan makan serta tempat tinggal sementara dapat terpenuhi.
“Selama masa tanggap darurat, kebutuhan makan dan penampungan warga akan terus kita jaga. Kita ingin masyarakat yang terdampak tetap mendapatkan pendampingan,” ujarnya.
Selain bantuan berupa bahan pangan, pakaian dan kebutuhan sehari-hari, korban juga menerima bantuan dalam bentuk uang tunai. Kepala Bagian Kesra Setda Kota Bengkulu, Harry Iswahyudi, menyebut dana tersebut merupakan hasil swadaya ASN di lingkungan Pemkot Bengkulu.
Nilai bantuan uang tunai yang diserahkan mencapai sekitar Rp7,2 juta. Dana tersebut diharapkan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan mendesak keluarga korban sesuai kondisi masing-masing.
Harry mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus solidaritas ASN terhadap masyarakat yang sedang menghadapi musibah.
“Bantuan ini merupakan swadaya seluruh ASN untuk membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang terkena musibah,” katanya.
Pemkot Bengkulu berharap dukungan yang diberikan pemerintah, ASN, masyarakat dan berbagai pihak dapat membantu korban melewati masa sulit. Pemerintah juga mengajak masyarakat untuk tetap memperkuat semangat gotong royong, terutama dalam membantu warga yang sedang kehilangan tempat tinggal akibat bencana.
Musibah kebakaran di Pengantungan menjadi pengingat bahwa penanganan bencana bukan hanya soal memadamkan api, tetapi juga memastikan warga terdampak mendapatkan perlindungan, makanan, tempat berlindung dan dukungan sosial hingga kondisi berangsur pulih.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra