Skip to main content

Pemkot Bengkulu Tata Pasar, Dorong Ekonomi Lokal dan Percantik Wajah Kota

Pemkot Bengkulu Tata Pasar, Dorong Ekonomi Lokal dan Percantik Wajah Kota

TEROPONGPUBLIK.CO.ID - Pemerintah Kota Bengkulu terus menunjukkan komitmennya dalam menata wajah kota agar semakin rapi, nyaman, dan berdaya saing. Melalui misi besar Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi bersama Wakil Wali Kota Ronny Phrasetyo, penataan ruang kota tidak hanya diarahkan pada aspek estetika, tetapi juga difokuskan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Salah satu langkah strategis yang menjadi perhatian utama adalah penataan dan revitalisasi kawasan pasar tradisional. Pasar dipandang sebagai urat nadi perekonomian rakyat yang memiliki peran penting dalam menggerakkan aktivitas perdagangan sekaligus menjadi ruang interaksi sosial masyarakat. Oleh karena itu, pembenahan pasar dilakukan secara menyeluruh agar mampu menjawab kebutuhan pedagang dan pengunjung.

Wali Kota Dedy Wahyudi menegaskan bahwa pasar yang tertata dengan baik akan menciptakan kenyamanan, meningkatkan daya tarik, serta mendorong masyarakat untuk kembali berbelanja di pasar tradisional. Menurutnya, penataan ini merupakan bagian dari visi besar membangun Kota Bengkulu yang tertib, bersih, dan ramah bagi semua kalangan.

“Pasar bukan hanya tempat jual beli, tetapi juga wajah kota. Jika pasarnya rapi, bersih, dan nyaman, maka citra kota juga akan ikut meningkat. Inilah yang ingin kami wujudkan,” ujar Dedy.

Senada dengan itu, Wakil Wali Kota Ronny Phrasetyo menyampaikan bahwa penataan pasar juga diharapkan mampu menciptakan iklim usaha yang sehat dan adil bagi seluruh pedagang. Dengan pengaturan zonasi yang jelas serta fasilitas yang memadai, para pedagang dapat berjualan dengan lebih tertib dan aman, sementara pengunjung merasa lebih nyaman saat bertransaksi.

Revitalisasi pasar ini mencakup berbagai aspek, mulai dari penataan lapak pedagang, perbaikan infrastruktur, pengelolaan kebersihan, hingga pengaturan lalu lintas di sekitar kawasan pasar. Pemerintah kota juga melibatkan berbagai pihak terkait untuk memastikan penataan berjalan sesuai rencana dan tidak merugikan pedagang kecil.

Dengan wajah baru yang lebih tertata, pasar diharapkan menjadi magnet baru bagi masyarakat Kota Bengkulu. Tidak hanya sebagai tempat berbelanja kebutuhan sehari-hari, pasar juga diarahkan menjadi pusat aktivitas ekonomi kreatif dan ruang berkumpulnya pelaku UMKM dari berbagai sektor.

Langkah ini sekaligus menjadi upaya Pemkot Bengkulu dalam menghadapi tantangan perubahan pola belanja masyarakat. Pasar tradisional harus mampu beradaptasi agar tetap eksis di tengah persaingan dengan pusat perbelanjaan modern dan platform digital.

Pemerintah Kota Bengkulu optimistis, melalui penataan pasar yang terencana dan berkelanjutan, geliat ekonomi lokal akan semakin meningkat. UMKM sebagai tulang punggung perekonomian daerah diharapkan dapat tumbuh dan berkembang, seiring dengan terciptanya ruang usaha yang lebih representatif dan kompetitif.

Ke depan, Dedy dan Ronny menegaskan komitmennya untuk terus melanjutkan program penataan ruang kota secara bertahap, demi mewujudkan Kota Bengkulu yang indah, nyaman, dan sejahtera bagi seluruh masyarakat.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra