TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>>> Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu terus memperkuat komitmennya dalam membangun tata kelola pemerintahan yang modern melalui pengembangan inovasi di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD). Upaya tersebut diwujudkan dengan menggelar Sosialisasi Lomba Inovasi Daerah atau Innovative Government Award (IGA) serta Coaching Clinic Inovasi Daerah Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Rumah Dinas Wali Kota Kotamobagu, Selasa (30/6/2026).
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kotamobagu, Sofyan Mokoginta, yang hadir mewakili Penjabat Wali Kota Kotamobagu. Acara ini menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah daerah dalam mendorong lahirnya berbagai inovasi yang mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Dalam sambutannya, Sofyan Mokoginta menegaskan bahwa tantangan pembangunan saat ini menuntut birokrasi bekerja lebih cepat, adaptif, dan mampu menghadirkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Menurutnya, pola kerja konvensional sudah tidak lagi cukup untuk menghadapi dinamika perkembangan zaman.
"Untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan, pemerintah saat ini harus semakin adaptif, kreatif, dan responsif. Inovasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah kebutuhan dan tuntutan yang wajib tumbuh secara berkelanjutan di setiap perangkat daerah," ujar Sofyan.
Ia menjelaskan, budaya inovasi harus menjadi bagian dari sistem kerja aparatur sipil negara. Setiap perangkat daerah diharapkan mampu melahirkan gagasan baru yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Sofyan, penyelenggaraan Innovative Government Award di Kotamobagu bukan sekadar kompetisi tahunan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diarahkan untuk membangun perubahan budaya kerja di lingkungan pemerintahan agar semakin profesional, efektif, dan berorientasi pada hasil.
Pemkot Kotamobagu sendiri telah melaksanakan program IGA selama tujuh tahun berturut-turut sebagai bagian dari upaya menciptakan pemerintahan yang inovatif. Melalui kegiatan ini, setiap OPD didorong menghasilkan minimal satu inovasi yang dapat diimplementasikan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi masing-masing.
Gerakan tersebut juga sejalan dengan kebijakan "One Agency, One Innovation" atau "Satu Perangkat Daerah, Satu Inovasi" yang telah diterapkan pemerintah daerah. Program ini bertujuan menumbuhkan semangat berinovasi di seluruh unit kerja sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin mudah, cepat, transparan, dan efisien.
Selain meningkatkan kualitas pelayanan publik, inovasi yang dikembangkan juga diharapkan mampu mendukung pemberdayaan masyarakat, meningkatkan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan, serta memperkuat daya saing daerah di berbagai sektor pembangunan.
Pelaksanaan inovasi daerah di Kotamobagu memiliki landasan hukum yang kuat, yakni Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2017 tentang Inovasi Daerah. Regulasi tersebut kemudian diperkuat dengan berbagai kebijakan di tingkat pemerintah daerah, termasuk Peraturan Wali Kota dan Surat Edaran mengenai pengembangan inovasi di lingkungan Pemkot Kotamobagu.
Melalui regulasi tersebut, seluruh perangkat daerah didorong untuk menciptakan inovasi berbasis kebutuhan masyarakat, memanfaatkan teknologi, serta mengedepankan efektivitas penggunaan anggaran.
Salah satu agenda penting dalam kegiatan ini adalah pelaksanaan Coaching Clinic yang menghadirkan narasumber dari Kementerian Dalam Negeri. Sekretaris Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kemendagri, Dr. Noudy R.P. Tendean, S.IP., M.Si., memberikan materi sekaligus pembekalan teknis mengenai strategi penyusunan inovasi daerah yang memenuhi indikator penilaian Innovative Government Award tingkat nasional.
Melalui pembekalan tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai tata cara penyusunan proposal inovasi, pengembangan program berbasis kebutuhan masyarakat, hingga strategi mempertahankan keberlanjutan inovasi agar memberikan manfaat jangka panjang.
Kegiatan ini diikuti oleh para asisten daerah, pimpinan organisasi perangkat daerah, pejabat struktural, serta berbagai pemangku kepentingan di lingkungan Pemerintah Kota Kotamobagu. Kehadiran seluruh unsur tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam memperkuat ekosistem inovasi di lingkungan birokrasi.
Dengan terselenggaranya sosialisasi dan coaching clinic ini, Pemkot Kotamobagu berharap lahir semakin banyak inovasi yang mampu mempercepat reformasi birokrasi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, sekaligus memperkuat daya saing daerah dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan.
Pewarta : Gusman
Editing : Adi Saputra