Skip to main content

Pemprov dan Pemkot Bengkulu Gelar Rakor Penanganan Gempa Bumi, Bahas Strategi Tanggap Darurat dan Rekonstruksi

Pemprov dan Pemkot Bengkulu Gelar Rakor Penanganan Gempa Bumi, Bahas Strategi Tanggap Darurat dan Rekonstruksi

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>   Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama Pemerintah Kota Bengkulu mengadakan rapat koordinasi (rakor) guna membahas penanganan bencana gempa bumi yang melanda wilayah tersebut. Rakor ini berlangsung di Balai Raya Semarak Bengkulu pada Sabtu (24/5) dan dihadiri oleh sejumlah pejabat penting serta instansi terkait.

Hadir dalam rakor ini antara lain Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bengkulu Tony Elfian, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bengkulu Noprisman, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu Will Hopi, Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bengkulu Habid Abdulrahman Alkaf, serta perwakilan lembaga terkait lainnya.

Rapat koordinasi ini bertujuan untuk merumuskan langkah-langkah strategis dalam menangani dampak gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,3 yang terjadi pada Jumat, 23 Mei 2025 pukul 02.52 WIB. Gempa tersebut mengguncang wilayah Bengkulu dan sekitarnya, mengakibatkan kerusakan pada sejumlah bangunan, terutama di beberapa titik di Kota Bengkulu.

Dalam sambutannya, Plt Sekda Kota Bengkulu Tony Elfian menyampaikan bahwa Pemerintah Kota telah menyiapkan berbagai langkah darurat serta rencana jangka menengah dan panjang untuk menangani dampak bencana ini. Salah satu fokus utama ialah melakukan asesmen cepat terhadap infrastruktur yang terdampak serta melakukan perbaikan dan rekonstruksi secara bertahap.

“Pemerintah Kota siap bekerja sama dengan pemerintah provinsi dan seluruh pemangku kepentingan untuk menangani dampak gempa ini. Asesmen kerusakan sudah mulai dilakukan, dan kami akan segera menindaklanjuti dengan proses rehabilitasi, termasuk pembangunan ulang fasilitas umum yang rusak,” ujar Tony.

Ia juga menegaskan komitmen Pemkot Bengkulu dalam memberikan bantuan kepada warga terdampak, termasuk penyediaan tempat tinggal sementara, bantuan logistik seperti bahan makanan dan air bersih, serta layanan kesehatan bagi korban.

Salah satu wilayah yang cukup terdampak adalah Kelurahan Betungan, di mana beberapa rumah warga mengalami kerusakan. Pemerintah Kota bergerak cepat (gercep) untuk menyalurkan bantuan dan menyiapkan relokasi sementara bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.

Sementara itu, Kepala BPBD Kota Bengkulu Will Hopi menjelaskan bahwa pihaknya telah mengaktifkan posko tanggap darurat dan berkoordinasi dengan relawan, TNI/Polri, serta masyarakat untuk percepatan penanganan di lapangan.

Di sisi lain, Baznas Kota Bengkulu juga menyatakan kesiapannya dalam menyalurkan bantuan dana zakat, infaq, dan sedekah untuk membantu korban gempa yang membutuhkan.

Rapat koordinasi ini menghasilkan beberapa kesepakatan penting, termasuk pembentukan tim terpadu lintas instansi yang akan fokus pada proses pemulihan pasca-gempa serta penyusunan rencana kontinjensi jangka panjang guna meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana serupa di masa depan.

Dengan kolaborasi antara pemerintah daerah dan berbagai pihak, diharapkan proses pemulihan dapat berjalan dengan cepat dan tepat sasaran, sehingga masyarakat dapat segera bangkit dari dampak bencana yang terjadi.

Pewarta: Amg

Editing : Adi Saputra