Skip to main content

Pemprov dan Pemkot Bengkulu Patungan Renovasi 19 Rumah Korban Kebakaran Pengantungan

Gubernur Bengkulu Helmi Hasan bersama Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi menyampaikan langkah pemerintah dalam membantu renovasi rumah warga korban kebakaran di Kelurahan Pengantungan. Sebanyak 19 rumah akan mendapat bantuan dengan nilai maksimal Rp40 juta per unit melalui pembiayaan bersama Pemprov dan Pemkot Bengkulu.

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>  Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama Pemerintah Kota Bengkulu menyiapkan langkah pemulihan bagi warga yang menjadi korban kebakaran di Kelurahan Pengantungan. Sebanyak 19 unit rumah warga yang terdampak akan mendapatkan bantuan renovasi melalui skema pembiayaan bersama antara pemerintah provinsi dan pemerintah kota.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat pemulihan kondisi masyarakat setelah kehilangan tempat tinggal akibat musibah kebakaran. Bantuan tidak hanya diarahkan untuk meringankan beban korban, tetapi juga memastikan warga dapat kembali menempati rumah yang layak dalam waktu relatif singkat.

Gubernur Bengkulu Helmi Hasan mengatakan, pemerintah telah menyepakati besaran bantuan renovasi untuk setiap rumah terdampak. Nilai bantuan yang disiapkan maksimal mencapai Rp40 juta untuk masing-masing unit rumah.

Menurut Helmi, pembiayaan pembangunan kembali rumah korban akan dilakukan secara gotong royong melalui pembagian anggaran antara Pemerintah Provinsi Bengkulu dan Pemerintah Kota Bengkulu.

Pemprov Bengkulu akan mengambil porsi sebesar 60 persen, sedangkan 40 persen lainnya menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota Bengkulu. Skema tersebut disiapkan agar proses pemulihan dapat segera berjalan tanpa sepenuhnya membebankan kebutuhan anggaran kepada salah satu pemerintahan.

“Untuk rumah-rumah yang terbakar ini, kita akan bantu renovasi dengan maksimal anggaran Rp40 juta per rumah,” kata Helmi Hasan saat memberikan keterangan bersama Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi.

Ia menjelaskan, kolaborasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kota merupakan bentuk tanggung jawab bersama dalam memberikan perlindungan serta bantuan kepada masyarakat yang sedang menghadapi musibah.

Bagi warga korban kebakaran, persoalan tempat tinggal menjadi salah satu kebutuhan paling mendesak. Karena itu, pemerintah berupaya memastikan proses renovasi tidak berjalan terlalu lama. Hunian yang kembali layak diharapkan dapat membantu masyarakat menata kehidupan mereka setelah mengalami kehilangan akibat kebakaran.

Helmi juga memberikan target waktu penyelesaian pekerjaan. Pemerintah berharap renovasi rumah korban dapat dituntaskan pada Oktober 2026 sehingga warga bisa kembali ke rumah masing-masing.

“Target kita bulan Oktober rumah-rumah ini sudah bisa ditempati kembali. Ini bentuk tanggung jawab Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota Bengkulu untuk membantu masyarakat yang terkena musibah,” tegasnya.

Sementara itu, keterlibatan Pemkot Bengkulu dalam skema pembiayaan tersebut memperlihatkan adanya sinergi antara pemerintah daerah dalam menangani persoalan sosial yang muncul akibat bencana. Dengan pembagian porsi 60 persen dan 40 persen, kebutuhan renovasi diharapkan dapat segera direalisasikan di lapangan.

Program pemulihan ini juga menjadi perhatian karena rumah bukan sekadar bangunan tempat tinggal, melainkan bagian penting dari kehidupan keluarga. Kembalinya warga ke hunian yang layak diharapkan dapat memberikan kepastian setelah sebelumnya harus menghadapi kondisi darurat akibat kebakaran.

Pemerintah Provinsi Bengkulu dan Pemerintah Kota Bengkulu kini menempatkan percepatan renovasi sebagai langkah lanjutan setelah penanganan awal terhadap korban dilakukan. Pelaksanaan pembangunan diharapkan tetap memperhatikan kebutuhan masing-masing rumah sehingga bantuan yang diberikan benar-benar dapat dimanfaatkan untuk memulihkan tempat tinggal warga.

Dengan adanya dukungan anggaran bersama tersebut, 19 keluarga terdampak di Kelurahan Pengantungan diharapkan tidak perlu menunggu terlalu lama untuk mendapatkan kembali tempat tinggal yang layak.

Kolaborasi dua pemerintahan daerah ini sekaligus menunjukkan bahwa penanganan pascabencana membutuhkan koordinasi dan pembagian peran yang jelas. Pemerintah berharap proses renovasi berjalan sesuai target, sehingga warga dapat kembali menjalankan aktivitas keluarga secara normal dan perlahan memulihkan kondisi sosial maupun ekonomi mereka setelah musibah.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra