TEROPONGPUBLIK.CO.ID >><< Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-59 ditutup secara meriah di Desa Tabarenah, Curup Utara, Minggu, (3/12) dengan beragam kegiatan bakti sosial dan senam bersama sebagai penutupan rangkaian acara.
Lebih dari 800 peserta dari berbagai desa dan kelurahan di wilayah Curup Utara bergabung dalam senam Germas Bengkulu, Senam Rejang Lebong Bercahaya, dan Senam Jantung Sehat. Selain itu, momen tersebut dimanfaatkan untuk membaca deklarasi tentang tidak buang air besar sembarangan, yang ditandatangani oleh kader kesehatan, camat, dan kades.
Acara penutupan ini dibuka oleh Bupati Rejang Lebong, Drs. Syamsul Effendi, MM, dan istri, serta dihadiri oleh berbagai pejabat seperti Kadis Kesehatan Provinsi Bengkulu, Dr. Herwan Antoni, dan Kadis Kesehatan Rejang Lebong, Rephi Meido Satria, AMd.Kep, SKM, serta beberapa pejabat lainnya.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi atas pelaksanaan penutupan HKN ke-59 di Desa Tabarenah. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, seperti layanan kesehatan dan program keluarga berencana. Serta senam bersama dan pemberian doorprize serta santunan bagi anak-anak stunting, ibu hamil, dan lansia," ungkap Bupati.
Menurut Bupati, prestasi di bidang kesehatan menunjukkan peran aktif masyarakat dalam mensukseskan program daerah, seperti memiliki fasilitas WC di setiap rumah untuk mengurangi buang air besar sembarangan, yang dapat mencemari lingkungan.
Bupati juga menyoroti penurunan angka stunting hingga 20,2 persen, sebuah pencapaian yang memperoleh reward sebesar Rp 5,6 miliar dari pemerintah pusat, dan mengimbau agar para ibu memberikan susu eksklusif kepada anak-anaknya.
Kadis Kesehatan Provinsi Bengkulu, Dr. Herwan Antoni, SKM, MKes, MSi menjelaskan bahwa pemilihan Desa Tabarenah sebagai lokasi penutupan acara HKN ke-59 merupakan penghormatan atas sejarah perlawanan rakyat dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan RI, terutama terkait dengan Jembatan Tabarenah yang bersejarah di desa tersebut.
Kegiatan bakti sosial pelayanan kesehatan terpadu tersebut tidak hanya memberikan layanan kesehatan dan pemeriksaan gratis, tetapi juga pelayanan keluarga berencana secara cuma-cuma.
Desa Tabarenah juga telah ditetapkan sebagai desa bebas buang air besar sembarangan, dengan harapan agar warga tidak lagi membuang air besar ke sungai.
Pada acara tersebut, bantuan pangan bergizi disalurkan kepada lansia, anak stunting, dan ibu hamil. Selain itu, kartu KIS diberikan secara simbolis kepada tiga warga sebagai dukungan lebih lanjut.
Salah satu ibu, Lolita, yang mendapat bantuan dan membawa dua anaknya yang masuk kategori stunting, menyampaikan terima kasih atas bantuan sembako yang diberikan bupati.
Di akhir acara, berbagai hadiah doorprize dibagikan kepada para peserta, serta layanan kesehatan gratis yang diselenggarakan telah melayani pengobatan gratis bagi 118 warga dan 118 akseptor KB, dengan dukungan dari 51 tenaga medis dari Puskesmas Tunas Harapan.
Acara ini menjadi momentum penting dalam menekankan pentingnya kesehatan, kesadaran lingkungan, dan partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung program-program kesehatan yang diinisiasi pemerintah.
Pewarta : Gunawan
Editing : Adi Saputra