TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>>> Harapan Kontingen Bengkulu untuk menambah perolehan medali di PON 2024 semakin menipis. Sejumlah cabang olahraga (cabor) unggulan yang diharapkan menyumbangkan medali justru gagal memenuhi ekspektasi. Dua di antaranya adalah cabor karate dan gulat, yang biasanya menjadi andalan Bengkulu, namun kali ini tidak berhasil mencapai target.
Di hari sebelumnya, beberapa cabor unggulan lainnya juga gagal menyumbangkan medali, seperti selam dan binaraga. Hal ini cukup mengejutkan, mengingat pada PON 2020 Papua, cabor selam berhasil menyabet medali perak. Namun, kali ini performa atlet selam Bengkulu tidak bisa mengulangi kesuksesan tersebut.
Gagalnya Cabor Karate dan Gulat
Pada pertandingan karate, dua karateka Bengkulu, yaitu Aldia July Rahma dan Muhammad Fajri Ash Shabirin, harus gugur di fase penyisihan. Aldia yang bertanding melawan karateka asal DKI Jakarta tidak mampu menahan serangan lawannya, sehingga terpaksa mengakhiri perjuangannya lebih awal. Sementara itu, Muhammad Fajri Ash Shabirin juga harus menyerah saat menghadapi karateka dari Banten. Ini menjadi pukulan bagi tim karate Bengkulu, yang pada dua gelaran PON sebelumnya, yaitu di Jawa Barat dan Papua, berhasil meraih medali perunggu meskipun hanya dengan satu atlet yang berhasil lolos ke ajang tersebut.
Cabor gulat juga tak jauh berbeda nasibnya. Dua pegulat Bengkulu, Dendy Meisyaputra dan Indah Istiqomah, gagal menyumbangkan medali. Dendy yang berlaga di kelas 86 kg gaya bebas putra, serta Indah yang bertanding di kelas 62 kg gaya bebas putri, keduanya harus mengakui keunggulan lawan mereka di fase awal kompetisi. Meskipun begitu, harapan masih ada bagi tim gulat Bengkulu, yang akan menurunkan tiga pegulat lainnya di hari Rabu, 18 September 2024.
Ketiga pegulat yang akan bertanding adalah Ari Pragita Rujiamar di kelas 77 kg gaya greco roman putra, Candra di kelas 60 kg gaya greco roman putra, dan Lola Puspita Sari yang akan bertanding di kelas 76 kg gaya bebas putri. Ketiganya diharapkan mampu memperbaiki pencapaian Bengkulu di cabor ini dan memberikan medali yang sangat dibutuhkan oleh kontingen.
Kegagalan di Cabor Biliar dan Sambo
Tidak hanya karate dan gulat, cabor biliar dan sambo juga mengalami kegagalan di hari yang sama. Atlet biliar andalan Bengkulu, Agustinus Hendrikus Seran, yang sebelumnya berhasil menyumbangkan medali perunggu di nomor 8 ball single putra, kali ini harus puas dengan hasil yang kurang memuaskan di nomor 9 ball single putra. Agustinus tidak mampu melanjutkan tren positifnya, dan terhenti di fase penyisihan.
Begitu juga dengan cabor sambo yang mengalami nasib serupa. Meskipun Bengkulu menaruh harapan pada cabang ini, hasil akhir tidak seperti yang diharapkan. Kegagalan di berbagai cabor ini semakin membuat peluang Bengkulu menambah perolehan medali di PON 2024 kian tipis.
Harapan di Cabor Renang
Namun, masih ada harapan terakhir bagi Kontingen Bengkulu dari cabor renang yang akan berlangsung pada Rabu, 18 September 2024. Muhammad Akbar, atlet renang andalan Bengkulu, akan turun ke kolam renang dan diharapkan bisa memberikan kejutan. Meski persaingan di cabor renang cukup ketat, Akbar memiliki potensi untuk menyumbangkan medali jika mampu tampil optimal.
Secara keseluruhan, perjuangan Kontingen Bengkulu di PON 2024 kali ini terbilang berat. Beberapa cabor unggulan yang diharapkan bisa menyumbangkan medali, justru belum memberikan hasil yang memuaskan. Dengan tersisa beberapa atlet yang masih akan bertanding, masyarakat Bengkulu masih menaruh harapan agar para atlet dapat mengangkat kembali nama Bengkulu di kancah olahraga nasional.
(Sumber : RRI)
Editing : Adi Saputra